RADARTUBAN - Kebangkitan waralaba game legendaris sepertinya menjadi hal yang sering dibahas oleh penggemar game.
Tetapi Silent Hill f berhasil mencuri banyak perhatian banyak komunitas gamer, bukan karena genre horornya, tetapi juga berkat aspek teknis yang cukup menjanjikan.
Melansir dari Wccftech, para ahli di Digital Foundry mengatakan Silent Hill f menjadi contoh nyata dari potensi Unreal Engine 5 jika dikembangkan dengan benar.
Saat menjajal demo pada ajang Gamescom beberapa lalu, Silent Hill f berjalan cukup lancar baik di konsol PlayStation 5 maupun di PC.
Hal tersebut cukup mengejutkan mengingat Unreal Engine 5 sering kali menampilkan performa yang kurang optimal apalagi jika berjalan pada platform PC.
Banyak pemain game PC mengeluh tentang banyaknya stuttering yang terjadi saat mereka memainkan game dengan basis Unreal Engine 5.
Meskipun tidak berjalan pada resolusi 4K, Silent Hill f tetap menghadirkan pengalaman bermain yang lancar dengan framerate 60 fps. Disisi lain, cutscene pada game ini tetap dikunci di 30 fps.
Kendati begitu, penggunaan motion blur dan adegan sinematik, tetap membuat cutscene pada Silent Hill f menarik untuk dilihat.
Selain soal framerate, Unreal Engine pada Silent Hill f juga berhasil menyajikan visual yang terlihat bersih tanpa adanya temporal noise.
Penggunaan perangkat lunak Lumen juga memberikan andil terhadap pencahayaan di dalam game yang memberikan nuansa mencekam sekaligus epik pada saat yang sama.
Dari segi gameplay, Silent Hill f menghadirkan mekanik yang cukup untik. Game ini memperkenalkan sistem baru seperti bilah stamina dan kemampuan pemain untuk menghindar.
Sempat banyak yang mengira game ini terinspirasi dari genre souls-like yang diperkenalkan oleh seri game dari FromSoftware.
Tetapi Motoi Okamoto, selaku produser Silent Hill f membatah argumen tersebut. Menurutnya, mekanisme serupa telah terlebih dahulu hadir dan bukan fitur eksklusif dari game souls-like.
Rencananya Silent Hill akan memulai debutnya pada tanggal 25 September mendatang untuk platform PC dan PlayStation 5 secara serentak di seluruh dunia. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni