Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Dari Selfie Jadi Action Figure 3D: Tren AI Baru, Lahan Basah UMKM Kreatif?

Tulus Widodo • Minggu, 7 September 2025 | 23:13 WIB
Ilustrasi action figure 3D super realistis lewat bantuan kecerdasan buatan (AI) seperti Gemini AI.
Ilustrasi action figure 3D super realistis lewat bantuan kecerdasan buatan (AI) seperti Gemini AI.

RADARTUBAN – Fenomena unik kembali menyerbu lini masa media sosial.

Foto selfie, potret keluarga, hingga gaya cosplay kini bisa disulap jadi action figure 3D super realistis hanya lewat bantuan kecerdasan buatan (AI) seperti Gemini AI.

Hasilnya bukan sekadar gambar, melainkan model tiga dimensi yang bisa dicetak fisik lewat printer 3D.

Tren ini mendadak viral karena dianggap sebagai cara baru “mengabadikan” momen, bahkan berpotensi jadi koleksi pribadi bernilai tinggi.

Bayangkan, seseorang bisa punya miniatur dirinya sendiri dalam bentuk figur, lengkap dengan detail wajah, gaya rambut, bahkan pakaian yang sama persis.

Secara sederhana, pengguna cukup mengunggah foto ke Gemini AI atau platform serupa.

AI akan memproses gambar menjadi model 3D dengan detail realistis.

Selanjutnya, file 3D itu bisa dicetak menggunakan printer 3D berbasis resin yang mampu menghasilkan detail halus setara action figure komersial.

“AI ini bekerja seperti sculptor digital, bedanya dia otomatis dan presisi. Hasilnya tinggal disesuaikan warnanya, lalu bisa langsung dicetak,” jelas seorang praktisi 3D printing asal Surabaya yang mulai kebanjiran pesanan figur berbasis foto.

Tren atau Bisnis Serius?

Meski awalnya dianggap gimmick untuk seru-seruan, tren ini mulai merambah ke arah industri kreatif.

UMKM bidang percetakan 3D, custom merchandise, hingga jasa foto mulai melirik peluang.

Harga figur 3D custom bervariasi, mulai Rp 300 ribu hingga jutaan rupiah, tergantung ukuran dan tingkat detail.

“Pasarnya luas, dari kado ulang tahun, souvenir pernikahan, sampai memorabilia atlet atau tokoh lokal,” kata pelaku UMKM kreatif di Gresik.

Di tengah gempuran tren digital, peluang ini bisa jadi sumber ekonomi baru bagi kreator lokal.

Selama ini pasar figur koleksi didominasi produk impor. Kehadiran teknologi AI + printer 3D membuka kesempatan bagi pengrajin lokal untuk bersaing.

Namun, ada catatan penting: persoalan hak cipta dan etika pemakaian foto.

Jangan sampai teknologi ini dipakai untuk membuat figur tanpa izin pemilik wajah.

Selain itu, biaya printer 3D resin dan cat manual yang masih mahal bisa jadi tantangan bagi UMKM kecil.

Apa yang awalnya viral di medsos kini berpotensi jadi bisnis serius di jalur kreatif.

Dari sekadar foto, bisa berubah jadi action figure 3D personal yang unik dan eksklusif.

Pertanyaannya, apakah UMKM lokal siap masuk ke pasar ini sebelum asing kembali mendominasi? (*)

Editor : Amin Fauzie
#kecerdasan buatan #Action Figure 3D #Gemini AI #foto selfie #fenomena