RADARTUBAN - Apple, perusahaan asal Cupertino, AS akhirnya memperluas alat transfer musik untuk Apple Music hampir di seluruh dunia.
Dengan alat ini, pengguna bisa dengan mudah memindahkan dagtar putar maupun perpustakaan musik dari layanan lain seperti Spotify, Amazon, Deezer, Tidal, hingga YouTube Music ke Apple Music.
Sebelumnya, fitur ini telah Apple uji coba di Australia dan Selandia Baru pada bulan Mei lalu.
Perusahaan kemudian memperluas jangkauan uji coba ini ke Amerika Serikat dan enam negara lain pada bulan Agustus, sebelum akhirnya rilis secara global pada pertengahan September ini.
Hanya saja, fitur ini tetap tidak akan tersedia untuk pengguna Tiongkok, Myanmar, dan Rusia.
Apple tidak menyebut alasan pastinya, tetapi besar kemungkinan karena layanan Apple Music tidak tersedia di negara tersebut.
Cara menggunakannya pun bisa dibilang cukup midah. Pada perangkat Apple, pengguna hanya perlu masuk ke pengaturan > musik, lalu pilih opsi transfer musik dari layanan lain.
Setelah melakukan login, pengguna bisa dengan bebas mentransfer lagu maupun daftar putar ke Apple Music.
Untuk menghadirkan fitur ini, Apple telah menjalin kerja sama dengan SongShift.
Jika ada lagu yang tidak tersedia di katalog Apple Music, secara otomatis sistem akan menandainya sebagai 'perlu ditinjau' dan menghadirkan beberapa alternatif lagu yang dapat dipilih pengguna.
Meski begitu, alat ini hanya akan bekerja pada daftar putar buatan pengguna sendiri, bukan daftar putar yang otomatis dibuat oleh platform streaming musik.
Menurut Apple, proses transaksi tersebut tidak akan menghapus atau mengunah konten di layanan musik asal.
Dengan begitu pengguna tetap akan bisa menikmati playlist lama sembari menjelajahi pengalaman baru di Apple Music.
Dengan hadirnya alat transfer playlist ini, Apple berharap pengguna mendapatkan kemudahan dalam memindahkan putar ketika akan berlaih ke Apple Music tanpa harus kehilangan koleksi lagu favorit. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni