Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Trend Ngedit Foto Pakai Gemini Bikin Heboh, Apakah Tukang Foto Konvensional Akan Benar-Benar Gulung Tikar?

M. Afiqul Adib • Senin, 22 September 2025 | 22:10 WIB
Tren Foto AI dengan Gemini Merebak, Apakah Layanan Tukang Foto Akan Hilang atau Justru Berkembang dengan Teknologi Baru?
Tren Foto AI dengan Gemini Merebak, Apakah Layanan Tukang Foto Akan Hilang atau Justru Berkembang dengan Teknologi Baru?

RADARTUBAN - Setelah tren miniatur-action figure mereda, kini muncul gelombang baru di dunia visual: foto-foto keren hasil editan AI, khususnya lewat Gemini.

Dari pose di studio mewah sampai gaya candid di lift, semua bisa dibuat tanpa harus keluar rumah.

Bahkan, foto bareng artis favorit pun tinggal klik, Gemini akan menyulapnya jadi nyata. Pertanyaannya: apakah ini ancaman serius bagi tukang foto konvensional?

Di media sosial, tren ini makin ramai. Banyak orang memamerkan hasil editan AI yang tampak realistis, estetik, dan kadang bikin iri.

Foto bareng idola, gaya ala prewedding, bahkan potret keluarga lengkap, semua bisa dibuat tanpa harus menyewa fotografer, make-up artist, atau studio. Cukup unggah foto wajah, pilih gaya, dan tunggu hasilnya.

Baca Juga: 10 Prompt Google Gemini AI untuk Hiburan dan Hobi: Dari Playlist Musik hingga Rencana Traveling

Tukang Foto: Terancam atau Justru Punya Peluang Baru?

Bagi sebagian tukang foto, tren ini bisa terasa menakutkan. Bayangkan, jasa yang dulu butuh kamera mahal, pencahayaan rumit, dan jam kerja panjang, kini bisa digantikan oleh satu aplikasi.

Tapi kalau dilihat lebih dalam, ini bukan akhir, justru bisa jadi awal baru.

Gemini AI memang bisa menghasilkan gambar yang memukau, tapi ia tidak bisa menangkap momen nyata.

Ia tidak bisa merekam tawa spontan, interaksi keluarga, atau suasana hajatan yang penuh cerita.

Tukang foto tetap punya keunggulan: kepekaan terhadap momen, kemampuan membangun suasana, dan sentuhan manusia yang tak bisa ditiru mesin.

Bahkan, beberapa fotografer mulai memanfaatkan AI sebagai alat bantu.

Mereka menggabungkan hasil jepretan asli dengan sentuhan AI untuk mempercantik, mempercepat proses editing, atau menciptakan gaya baru.

Jadi, bukan soal “digantikan,” tapi soal “beradaptasi.”

Gemini AI: Hiburan, Bukan Pengganti Kenangan

Buat pengguna biasa, Gemini AI adalah hiburan. Ia memberi ruang untuk bereksperimen, berimajinasi, dan merasa “punya akses” ke dunia visual yang dulu mahal.

Tapi tetap saja, foto hasil AI tidak bisa menggantikan kenangan nyata. Foto bareng artis lewat AI memang seru, tapi beda rasanya dengan bertemu langsung, meski cuma dapat selfie buram.

AI juga tidak bisa menangkap konteks. Ia tidak tahu bahwa foto di depan rumah nenek punya makna khusus, atau bahwa pose canggung saat lamaran justru jadi cerita lucu di masa depan.

Tukang foto tahu itu. Mereka hadir, menyaksikan, dan merekam dengan rasa.

Tukang Foto Tidak Akan Hilang, Tapi Harus Bergerak

Gemini AI adalah bagian dari perubahan zaman. Ia membuka kemungkinan baru, tapi juga mengingatkan kita bahwa teknologi tidak selalu bisa menggantikan manusia.

Tukang foto tidak akan gulung tikar kalau mereka mau beradaptasi, belajar, dan tetap menjaga nilai dari momen nyata.

Karena pada akhirnya, foto bukan cuma soal visual. Ia soal rasa, cerita, dan kehadiran. Dan itu, sampai hari ini, masih jadi keahlian manusia. (*)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
#AI #edit foto #gemini #Gemini AI #fotografer #tukang foto