RADARTUBAN - Salah satu chatbot AI yang paling populer, ChatGPT baru-baru ini resmi menghadirkan layanan baru untuk pengguna di Indonesia.
Layanan yang dinamai sebagai ChatGPT Go ini menghadirkan segudang fitur menarik dengan harga yang terjangkau.
Selain itu Indonesia menjadi negara kedua yang menerima layanan ini di dunia setelah India.
Tujuannya jelas, OpenAI ingin memanfaatkan momentum lonjakan pengguna ChatGPT di tanah air dengan rata-rata pengguna mingguan aktif melonjak hingga tiga kali lipat.
Dari data yang dihimpun OpenAI juga menempatkan Indonesia masuk kedalam lima besar pengguna ChatGPT secara global.
Layanan ChatGPT Go di Indonesia dibanderol dengan harga Rp 75 ribu termasuk PPN.
Harga tersebut jelas lebih terjangkau dengan paket premium ChatGPT lainnya seperti ChatGPT Plus dan ChatGPT Pro.
Opsi pembayarannya pun bisa dibilang lengkap. OpenAI menyediakan pembayaran via kartu kredit ataupun via toko aplikasi seperti Play Store dan App Store.
Sedangkan pada sisi fitur, layanan ChatGPT Go mencakup fitur menarik seperti batasan pesan yang lebih banyak hingga 10 kali perharinya, akses ke model GPT-5 terbaru, pembuatan gambar 10 kali lebih banyak perhari, serta unggahan dokumen 10 kali lebih banyak dibandingkan pengguna gratisan.
Selain itu, hadir juga fitur seperti memori yang dua kali lebih panjang, dan respon chatbot yang lebih responsif serta lebih paham konteks.
Sedangkan untuk masalah privasi, OpenAI tidak membedakan pengelolaan provasi pada layanan ChatGPT Go ini dengan paket premium lainnya.
Dengan harga yang lebih murah, jelas ChatGPT Go ditujukan untuk pengguna seperti mahasiswa, siswa sekolah, atau bahkan kalangan profesional yang menginginkan fitur berlimpah tanpa merogoh kocek terlalu dalam.
Hal ini sejalan dengan tren penggunaan AI yang semakin marak digunakan untuk belajar, desain, membantu menulis, maupun kegiatan produktif lainnya.
Dengan menghadirkan layanan ChatGPT Go, OpenAI berharap fitur premium dari chatbot AI-nya dapat diakses lebih banyak pengguna tanpa khawatir dengan masalah harga. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni