Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Siap-siap! Obrolan dengan Meta AI Kini Dimanfaatkan untuk Menampilkan Iklan yang Relevan

Andika Julia Perdana Putra • Jumat, 3 Oktober 2025 | 18:16 WIB
Meta akan gunakan obrolan pengguna dengan chatbot untuk tampilan iklan yang relevan.
Meta akan gunakan obrolan pengguna dengan chatbot untuk tampilan iklan yang relevan.

RADARTUBAN - Meta lagi-lagi membuat gebrakan yang kali ini dipastikan akan menuai banyak pro dan kontra.

Pasalnya mulai 16 Desember mendatang, perusahaan induk dari Facebook, Instagram, dan WhatsApp akan mulai menggunakan percakapan pengguna dengan Meta AI untuk mempersonalisasi iklan dan konten di platformnya.

Itu artinya, obrolan pengguna dengan Meta AI, baik melalui teks maupun suara, akan digunakan Meta untuk menampilkan rekomendasi postingan pengguna, grub atau bahkan iklan yang sesuai dengan minat pengguna. 

Sebagai contoh, jika pengguna berbicara mengenai kegiatan hiking kepada Meta AI, maka kemungkinan besar pengguna akan melihat postingan mengenai jalur pendakian, grub komunitas hiking, dan ikan sepatu gunung

Meta mengatakan langkah ini dilakukan untuk menghadirkan konten yang lebih relevan serta meminimalisir hal-hal yang tidak disukai pengguna. 

Seluruh pengguna Meta akan mulai menerima notifikasi perubahan kebijakan ini pada 7 Oktober.

Kabarnya, pengguna tidak akan bisa keluar dari sistem baru yang dibuat Meta ini.

Meski begitu, Meta tetap membatasi sejumlah topik tertentu yang tidak akan dimanfaatkan untuk menampilkan iklan atau konten rekomendasi.

Topik tersebut berupa agama, orientasi seksual, kesehatan, politik, etnis, keyakinan filosofis, hingga keanggotaan pengguna di organisasi seperti serikat pekerja.

Selebihnya, percakapan dengan tema apa pun akan digunakan Meta untuk menghadirkan rekomendasi yang mungkin disukai pengguna.

Kebijakan ini akan berlaku disebagian besar wilayah, kecuali Uni Eropa dan Korea Selatan.

Dengan lebih dari satu miliar pengguna, perubahan ini diperkirakan akan mempengaruhi cara pengguna dalam berinteraksi dengan Meta AI.

Bagi sebagian orang kebijakan ini bukanlah sebuah hal baru.

Tetapi Meta melangkah lebih jauh dengan memanfaatkan chatbot AI untuk mendulang alogaritma iklan di platformnya.

Hal ini sejalan dengan pendapat pengamat yang mengatakan chatbot AI bukanlah teman bicara pengguna, tetapi bagian dari ekosistem bisnis yang mendukung jutaan dollar. (*/lia) 

Editor : radar tuban digital
#teks #rekomendasi #AI #SUARA #hiking #Perusahaan Induk #iklan #Chatbot AI #meta #Kegiatan #ekosistem bisnis