RADARTUBAN - Sebuah perkembangan baru muncul dalam kasus hukum antara The New York Times (NYT) dan perusahaan AI, OpenAI.
Hakim Federal Ona T. Wang resmi mencabut perintah kontroversial yang mewajibkan OpenAI untuk menyimpan seluruh data percakapan ChatGPT tanpa batasan waktu.
Keputusan pencabutan ini tertuang dalam dokumen pengadilan bertanggal 9 Oktober 2025.
Sebelumnya, pada Mei 2025, pengadilan memerintahkan OpenAI menyimpan seluruh log percakapan ChatGPT sebagai bagian dari penyelidikan terhadap kasus pelanggaran hak cipta yang diajukan oleh NYT (New York Times).
Media ternama itu menuduh OpenAI menggunakan artikel miliknya untuk melatih model kecerdasan buatan tanpa adanya izin atau kompensasi yang layak.
Karena hal tersebut, OpenAI diwajibkan untuk menyimpan semua percakapan guna NYT bisa menelusuri potensi adanya pelanggan.
Hanya saja, menurut OpenAI, perintah pengadilan tersebut terlalu berlebihan dan berisiko terhadap privasi jutaan pengguna.
Pihaknya menegaskan untuk terus berkomitmen melindungi kepercayaan publik dengan cara menjaga keamanan data pengguna.
Dengan pencabutan keputusan tersebut, Hakim Wang telah membebaskan OpenAI dari kewajiban menyimpan obrolan sejak 26 September lalu.
Kendati begitu, OpenAI tetap diharuskan menyimpan beberapa data khususnya yang berkaitan langsung dengan akun ChatGPT yang telah ditandai oleh pihak NYT.
Hakim juga menambahkan log yang disimpan oleh OpenAI dapat diakses oleh kedua belah pihak, dan NYT diperbolehkan untuk menambahkan daftar akun yang diduga terkait dengan kasus ini
Keputusan ini membuat OpenAI mendapatkan ruang lebih untuk menjaga privasi pengguna sekaligus melanjutkan kasus hukum yang hingga kini masih berjalan. (*/tia)
Editor : radar tuban digital