RADARTUBAN - Industri game kini kembali berada di bawah sorotan politik.
Kali ini Pemerintah Meksiko tengah mempersiapkan kebijakan baru yang akan memberikan pajak sebesar 8% pada game dengan rating C (18+) dan D (dewasa) yang memuat konten kekerasan ekstrem, darah, hingga untur seksual secara vulgar.
Aturan baru ini masuk dalam bagian dari paket ekonomi tahun 2026 dan digolongkan sebagai 'pajak kesehatan' sejajar dengan cukai minuman manis, tembakau, dan judi.
Langkah ini diambil berdasarkan klaim Departemen Keuangan Meksiko yang menilai game kekerasan dapat memicu sifat agresif, kecemasan, hingga isolasi sosial terutama di kalangan remaja.
Kendati begitu, hubungan antara video game dengan kekerasan di dunia nyata hingga kini masih menjadi topik berdebat serius di berbagai negara.
Beberapa laporan bahkan menyebut game memiliki manfaat lain, seperti meningkatkan kesehatan mental dan kemampuan motorik.
Jika aturan ini diterapkan, pungutan 8% tersebut berpotensi membuat harga game di Meksiko akan semakin mahal.
Selain itu, dampaknya juga akan meluas ke transaksi mikro dan konten tambahan di dalam game baik untuk penjualan digital maupun game fisik.
Meskipun telah disetujui oleh DPR Meksiko, tetapi atutan tersebut belum resmi berlaku karena harus melewati Senat terlebih dahulu dengan tenggat waktu 15 November mendatang.
Senat dapat mengesahkan atau bahkan menolak proposal tersebut.
Selain itu, Senat diharapkan juga dapat memperjelas area abu-abu, seperti aturan khusus untuk DLC, langganan, dan layanan digital lainnya.
Bila disejutui, Meksiko menjadi salah satu negara Amerika Latin pertama yang menerapkan pajak khusus untuk game bertema kekerasan.
Namun, kebijakan ini berpotensi memicu perdebatan luas di kalangan industri game secara global. (*/lia)
Editor : radar tuban digital