RADARTUBAN - Setelah YouTube, Google kini memperluas kebijakan verifikasi usianya ke layanan Play Store.
Mengutip dari Android Authority, kebijakan baru ini mengharuskan pengguna untuk memverifikasi umur mereka sebelum mengunduh sebuah aplikasi.
Dalam sistem baru ini, Google menyediakan beberapa opsi untuk pengguna dalam memverifikasi usianya seperti mengunggah kartu identitas resmi, mengambil foto selfie, mengunggah kartu kredit, atau melakukan verifikasi melalui layanan pihak ketiga seperti Verifymy.io.
Hanya saja, khusus opsi terakhir, tidak semua wilayah akan menggunakan layanan verifymy.io.
Hal ini didasarkan pada ketersediaan layanan tersebut yang tidak merata di seluruh negara di dunia.
Rencananya fitur ini akan mulai digulirkan ke beberapa wilayah terlebih dahulu sebelum akhirnya diperluas.
Langkah baru Google ini diambil bukan tanpa alasan. Pasalnya sejumlah negara bagian di AS seperti Texas, Utah, dan Louisiana telah memberlakukan UU yang mengharuskan toko aplikasi untuk menghadirkan sistem verifikasi usia pengguna.
Aturan yang mulai berlaku pada tahun depan ini juga mencakup kewajiban untuk memperoleh izin dari orang tua, dan memberikan laporan rata-rata usia pengguna ke pengembang aplikasi.
Selain sistem verifikasi usia, Google juga merilis Play Age Signals API versi beta.
Platform ini memungkinkan aplikasi untuk mendeteksi usia pengguna secara terbatas tanpa harus mengumpulkan data pribadi secara langsung
Meskipun tujuan utamanya untuk melindungi anak di bawah umur dari paparan konten yang tidak pantas, tetapi kebijakan ini tak luput dari kontroversi.
Sistem serupa yang telah ada di YouTube banyak dikeluhkan pengguna karena sering kali mengkategorikan pengguna dewasa sebagai anak dibawah umur.
Hasilnya, platform berbagi video itu meminta verifikasi usia pengguna dengan menggunakan data sensitif.
Melihat keluhan tersebut, tidak mengherankan jika sistem serupa yang diadaptasi oleh Play Store juga akan mendapatkan respon yang sama. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni