RADARTUBAN - Tiongkok semakin menekan keberadaan komunitas LGBTQ+ setelah pemerintah negara itu memerintahkan Apple untuk menghapus dua aplikasi kencan populer yakni, Blued dan Finka, dari App Store dan toko aplikasi Android di sana.
Langkah ini dilakukan sebagai bentuk kepatuhan terhadap aturan resmi dari Administrasi Ruang Siber Tiongkok (CAC), lembaga yang bertanggung jawab atas penyensoran dan pengawasan internal di Tiongkok.
Dalam pernyataannya, Apple menyebut langkah ini terpaksa dilakukan demi mematuhi hukum di negara tempat mereka beroperasi.
Apple mengatakan penghapusan ini hanya berlaku di wilayah Tiongkok karena Finka terlebih dahulu ditarik dari pasar global.
Sementara Blued di luar Tiongkok beroperasi dengan nama HeeSay.
Aplikasi Blued sempat memiliki lebih dari 49 juta pengguna aktif.
Hal ini menjadikan aplikasi kencan berbasis LGBTQ+ tersebut sangat populer di Tiongkok.
Sejak tahun 2023 lalu, aplikasi ini sempat menghentikan opsi pendaftaran pengguna baru tanpa alasan yang jelas, sebelum dibuka kembali satu bulan kemudian.
Kedua aplikasi ini berada dibawah naungan BlueCity yang dimiliki oleh Newborn Town.
Perusahaan tersebut diketahui terlibat dalam program kesehatan masyarakat termasuk pencegahan penyakit HIV/AIDS.
Penghapusan dua aplikasi dating berbau LGBTQ+ ini menjadi episode baru pemerintah Tiongkok dalam menekan kebebasan komunitas tersebut.
Pada 2023 lalu, pemerintah Tiongkok juga telah menutup organisasi pusat LGBT di Beijing, hingga tidak mengakui adanya pernikahan sesama jenis. (*/tia)
Editor : radar tuban digital