Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Rating Anjlok! Black Ops 7 Jadi Titik Terendah dalam Sejarah Call of Duty

Andika Julia Perdana Putra • Selasa, 18 November 2025 | 17:11 WIB
Call of Duty: Black Ops 7 mendapatkan penilaian yang negatif dari para pemain.
Call of Duty: Black Ops 7 mendapatkan penilaian yang negatif dari para pemain.

RADARTUBAN - Peluncuran seri terbaru Call of Duty: Black Ops 7 yang seharusnya menjadi moment besar yang penuh kegembiraan, justru menjadi pukulan telak bagi developer utama, Activision.

Pasalnya, tak berselang lama setelah perilisan, game tersebut mendapat rating 'Sangat tidak disukai' di platform Metacritic.

Hal tersebut membuat Call of Duty: Black Ops 7 menjadi game dari waralaba tersebut sebagai game paling tidak disukai sepanjang sejarah.

Meskipun ulasan para kritikus sebenarnya cukup baik, dengan versi PC yang mendapatkan skor 84.

Tetapi penilaian dari para pemain justru menampilkan cerita yang jauh berbeda.

Call of Duty: Black Ops 7 hanya mendapatkan rating 1,7 dengan mayoritas ulasan bernada negatif yang membuat game ini terperosok ke dalam jurang yang tidak pernah ditempati seri ini sebelumnya.

Hal serupa juga terjadi di platform Steam dengan 42 persen memberikan ulasan positif.

Dengana begitu, platfrom game populer ini memberikan label 'Campuran' ke Call of Duty: Black Ops 7.

Rendahnya rating ini disebabkan oleh tingginya ekspektasi pemain terhadap Call of Duty: Black Ops 7 ini.

Apalagi banyak yang beranggapan, game ini telah melenceng dari ciri khas aslinya, sehingga dicap kehilangan identitas dan menyimpang terlalu jauh dari formula COD.

Selain itu, keputusan Activision yang membuat mode Campaign tanpa adanya opsi untuk dijeda, simpan progres manual, serta wajib terus terhubung dengan internet menjadi sumber frustasi besar bagi pemain.

Hal ini beriringan dengan penggunaan AI generatif yang semakin memperkeruh suasana.

Beberapa pemain menjumpai calling card yang menyerupai gambar AI ala Studio Ghibli yang sempat menjadi tren beberapa waktu lalu.

Hal ini memicu tudingan bahwa pengembangan Call of Duty: Black Ops 7 tidak dilakukan dengan cara yang transparan.

Menanggapi hal tersebut, Activision angkat suara dan mengakui bahwa pihaknya telah melibatkan AI dalam proses pengembangan Call of Duty: Black Ops 7.

Hanya saja pernyataan itu tidak cukup untuk meredam bayaknya kritik ke game terbaru mereka itu.

Meskipun beberapa pemain memberikan ulasan yang positif, tetapi mayoritas merasa sejumlah hal yang disukai pada game sebelumnya tidak kembali dihadirkan di Black Ops 7.

Bahkan salah seorang pemain menganggap semua hal yang dibenci justru dihadirkan lagi oleh Activision.

Activision jelas tidak berada dalam posisi yang menguntungkan saat ini.

Jika pemain dapat menerima perubahan yang ada, jelas Black Ops 7 tetap dapat dinikmati sebagai seri baru dari franchise populer.

Hanya saja perubahan ini tanya besar mengenai masa depan seri Call of Duty. (*/lia)

Editor : radar tuban digital
#Game #campaign #AI #Negatif #tidak disukai #platform steam #call of duty #Activision #meredam #kritik