Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Meta Hadirkan Sistem Perlindungan Konten Baru untuk Kreator Facebook dan Instagram

Andika Julia Perdana Putra • Rabu, 19 November 2025 | 16:53 WIB
Meta hadirkan fitur keamanan baru untuk kreator.
Meta hadirkan fitur keamanan baru untuk kreator.

RADARTUBAN - Di era serba digital, konten menjadi wadah utama yang menopang keberlangsungan sosial media.

Beragamnya konten menjadi alasan utama kenapa pengguna menghabiskan banyak waktu untuk scroll berjam-jam.

Meski begitu, konten di media sosial tak luput dari praktek pencurian atau unggahan ulang tanpa izin.

Hal ini disadari oleh Meta yang kemudian meluncurkan alat baru yang dinamai sebagai Content Protection.

Alat ini dirancang untuk membantu para kreator memantau penggunaan ulang video mereka, baik yang dibagikan secara utuh maupun sebagian di platform Facebook atau Instagram.

Berbeda dari pendekatan sebelumnya, Meta menghadirkan alat ini langsung pada aplikasi Facebook di mobile.

Kreator yang memenuhi syarat akan secara otomatis mendapatkan dashboard khusus yang menampilkan siapa saja yang menggunggah video mereka lengkap dengan opsi tindakan tertentu.

Kreator bisa memberikan label atribusi, memblokir visibilitas video duplikat, atau melepas klaim dan membiarkan video tersebut tetap beredar.

Tak hanya itu, kreator juga dapat memantau statistik, seperti jumlah penayangan, monetisasi, hingga status akun yang mengambil konten mereka.

Jika konten duplikat telah dimonetisasi oleh akun besar, kreator asli dapat memblokir video tersebut.

Sedangkan jika video duplikat dibagikan oleh akun kecil, kreator diberikan pilihan untuk tidak memblokirnya, namun tetap dapat melacak performa video duplikat itu.

Tak ketinggalan, Meta juga memberikan opsi whitelist, dimana kreator dapat mengizinkan akun tertentu untuk menggunakan karya mereka tanpa perlu persyaratan khusus lain.

Meskipun alat ini mampu mendeteksi unggahan di Instagram, tetapi perlindungan hanya akan berlaku jika video duplikat pertama kali diunggah ke platform Facebook melalui fitur cross-posting.

Meskipun terlihat aneh, tetapi kebijakan ini berpotensi mendorong lebih banyak kreator untuk membagikan konten mereka ke Facebook demi mendapatkan perlindungan yang maksimal.

Meta menyebut fitur ini ditujukan untuk memperkuat dan melindungi kreator orisinal.

Perusahaan mengaku telah menghapus jutaan akun palsu serta ratusan ribu akun yang memiliki aktivitas spam demi menjaga eksistensi yang sehat di sosial medianya.

Content Protection akan diberikan otomatis ke kreator dalam program monetisasi serta kreator yang telah menggunakan fitur Rights Manager.

Untuk saat ini, Content Protection masih tersedia secara terbatas pada perangkat seluler. Kendati begitu, perusahaan telah memulai sesi uji coba alat di di perangkat desktop. (*/lia)

Editor : radar tuban digital
#kreator #instagram #scroll #melacak #melindungi #konten #digital #Facebook #orisinal #Performa #statistik #meta #duplikat