RADARTUBAN - Platform game yang paling populer, Roblox mulai menerapkan kebijakan verifikasi usia yang mewajibkan penggunaan untuk mengunggah kartu identitas atau melalukan pemindaian wajah agar tetap dapat menggunakan fitur obrolan.
Aturan ini pertama kali akan diberlakukan di Australia, Selandia Baru, dan Belanda sebelum akhirnya diperluas ke global pada awal tahun depan.
Selain itu, Roblox juga memperkenalkan sistem yang bernama 'age-based. Fitur ini berfungsi membatasi interaksi pemain berdasarkan kelompok umur.
Setelah usia diverifikasi atau diperkirakan, pemain akan ditempatkan kedalam enam kategori mulai dari kelompok pemain dibawah 9 tahun, hingga 21 tahun keatas.
Pemain hanya dapat berkomunikasi dengan pemain lain yang berada dalam kelompok atau mendekati usia mereka.
Karena banyak pemain muda belum memiliki kartu identitas, Roblox menggandeng Persona sebagai layanan yang akan memperkirakan estimasi usia pemain berdasarkan video selfie.
Roblox mengatakan data wajah yang diunggah, akan langsung dihapus setelah proses verifikasi selesai.
Roblox mengklaim sistem perkiraan usia mereka cukup tepat dengan kesalahan hanya berkisar 1,4 tahun untuk pengguna di bawah 18 tahun.
Saat ini, sistem pemindaian wajah dan pengunggah kartu identitas masih bersifat sukarela, tetapi sistem ini akan menjadi wajib mulai Januari tahun depan.
Sedangkan negara yang masuk gelombang pertama seperti yang disebut diatas, telah diwajibkan memverifikasi usia mulai bulan Desember.
Pembaruan ini hadir ditengah banyaknya kecaman terhadap Roblox atas kasus yang melibatkan pemainnya.
Beberapa negara bagian AS bahkan menilai platform permainan ini tak cukup handal untuk melindungi para pemain muda dari resiko tindakan kriminal. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni