RADARTUBAN - Platform berbagi video pendek asal Tiongkok, TikTok menghadirkan pembaruan baru yang memberikan kontrol khusus kepada pengguna untuk mengatur seberapa banyak konten yang dihasilkan oleh AI muncul di tab For You.
Fitur ini dihadirkan TikTok, menyusul meningkatnya tren video AI dibanyak platform media sosial lainnya.
Opsi untuk mengurangi konten AI akan muncul di Pengaturan > Preferensi Konten > Kelola Topik.
Di sana pengguna dapat menentukan seberapa banyak konten AI yang dapat mereka lihat, mirip seperti pengaturan untum kategori lain, seperti Tari, Olahraga, atau Kuliner.
Perusahaan mengatakan opsi ini hadir tidak untuk menghapus salah satu konten tertentu, tetapi menghadirkan ruang yang lebih fleksibel untuk pengguna.
Pembaruan ini diluncurkan setelah OpenAI meluncurkan Sora yang memicu banjir video buatan AI yang beredar di media sosial, tak terkecuali TikTok.
Bersamaan dengan itu, TikTok juga memperkuat sistem pelabelan kontennya.
Selama ini, TikTok mengandalkan kradensial konten C2PA yang merupakan sistem watermark lintas industri.
Hanya saja metadata ini dapat terhapus ketika konten diedit atau diunggah ulang di platform lain.
Untuk mengatasi hal tersebut, perusahaan tengah menguji watermark baru yang tidak terlihat.
Nantinya watermark ini hanya akan bisa dibaca oleh sistem TikTok sendiri yang diterapkan pada alat AI Editor Pro dan konten yang diunggah dengan metadata C2PA.
Sistem ini diharapkan TikTok dapat membuat identifikasi konten AI menjadi lebih baik dan sulit dihapus pihak lain.
Hingga kini TikTok mengklaim telah mencatat 1,3 miliar video berlabel AI.
Situasi ini terjadi dibanyak platform lain yang menerima keluhan atas banyaknya konten buatan AI yang seringkali menganggu pengalaman pengguna. (*/lia)
Editor : radar tuban digital