Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

OpenAI Bantah Bertanggung Jawab atas Bunuh Diri Remaja, Sebut ChatGPT Telah Berulang Kali Minta Cari Bantuan Ahli

Andika Julia Perdana Putra • Sabtu, 29 November 2025 | 14:10 WIB
OpenAI angkat suara terkait kasus bunuh diri remaja yang melibatkan ChatGPT.
OpenAI angkat suara terkait kasus bunuh diri remaja yang melibatkan ChatGPT.

RADARTUBAN - OpenAI resmi menanggapi gugatan yang diajukan oleh orang tua Adam Raine, remaja 16 tahun yang meninggal dunia karena bunuh diri terkait penggunaan ChatGPT.

Dalam pernyataannya, OpenAI menegaskan kematian Raine bukan disebabkan oleh ChatGPT, melainkan karena penggunaan yang tidak tepat serta pelanggaran terhadap persyaratan pengguna.

Gugatan yang diajukan pada bulan Agustus lalu menuduh OpenAI dan CEO Sam Altman telah merancang produk yang cacat dan memberikan instruksi rinci terkait tindakan bunuh diri kepada anak dibawah umur.

Orang tua Raine mengklaim perusahaan mendapatkan keuntungan dan gagal memperingatkan tindakan yang berbahaya.

Di sisi lain OpenAI menampik tuduhan tersebut. Perusahaan mengatakan selama sembilan bulan penggunaan, ChatGPT telah berulang kali menyarankan Raine untuk mencari bantuan ahli lebih dari seratus kali.

Hanya saja, Raine disebut berhasil menghindari sistem keselamatan dan meminta instruksi teknis terkait metode bunuh diri.

Tindakan ini menurut OpenAI telah melanggar aturan penggunaan yang melarang pengguna untuk meminta chatbot membahas topik yang berkaitan dengan menyakiti diri sendiri.

Selain itu, OpenAI jiga menyoroti ketentuan tanggung jawab yang menyatakan pengguna tidak boleh mengandalkan output yang dihasilkan oleh AI sebagai satu-satunya sumber informasi.

Lebih lanjut, menurut OpenAI, Raine memiliki riwayat depresi dan ide bunuh diri sejak usia 11 tahun. Penggunaan obat-obatan juga dikatakan malah memperburuk kondisi mental Raine.

Saat ini, sebagian log percakapan Adam Raine dengan ChatGPT telah diserahkan ke pengadilan dalam keadaan tersegel demi menjaga privasi.

Kendati begitu, pengacara keluarga Raine, Jay Edelson menyebut tanggapan OpenAI sebagai statemen yang menganggu dan menuduh perusahaan berusaha mencari kesalahan korban.

Sejak gugatan ini mencuat, OpenAI telah menerapkan kebijakan baru, termasuk memblokir percakapan terkait bunuh diri ke pengguna dibawa usia 18 tahun.

Meskipun sejumlah batasan mengenai diskusi kesehatan mental kemudian sedikit dilonggarkan oleh OpenAI

Kasus Raine bukan satu-satunya yang terjadi. Pasalnya tujuh gugatan lain telah diajukan di negara bagian California dengan tuduhan serupa.

Perdebatan kini berfokus pada sejauh mana batas perlindungan teknologi harus diterapkan demi meminimalisir kejadian serupa. (*)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
#ChatGPT #pelanggaran aturan #bunuh diri #openai #remaja 16 tahun #gugatan