Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Apple Tolak Sertakan Aplikasi Pemerintah Sanchar Saathi, Picu Ketegangan Baru di India

Andika Julia Perdana Putra • Jumat, 5 Desember 2025 | 00:35 WIB
Apple tolak permintaan pemerintah India untuk sertakan aplikasi keamanan Sanchar Saathi.
Apple tolak permintaan pemerintah India untuk sertakan aplikasi keamanan Sanchar Saathi.

RADARTUBAN - Pemerintah India dan Apple sepertinya akan menghadapi perselisihan baru terkait aturan pemuatan aplikasi keamanan milik pemerintah di seluruh ponsel, termasuk iPhone.

Pasalnya, pekan ini Departemen Telekomunikasi India meminta seluruh vendor ponsel untuk menyertakan aplikasi keamanan bernama Sanchar Saathi ke semua ponsel yang dijual di India.

Aplikasi ini disebut memiliki peran vital seperti memblokir ponsel hasil curian, melaporkan penggilan penipuan, serta memverifikasi kepemilikan ponsel.

Hanya saja, fitur keamanan ini justru memunculkan kekhawatiran mengenai aspek privasi pengguna.

Apalagi melalui aplikasi ini, pemerintah India akan mendapatkan akses luas terhadap data pengguna yang tersimpan di perangkat.

Ditengah kebijakan baru tersebut, Apple memilih untuk mengambil langkah yang berbeda.

Melansir dari MacRumors, perusahaan yang berbasis di Cupertino itu menolak memenuhi permintaan untuk menyertakan aplikasi Sanchar Saathi tersebut.

Apple menilai aturan tersebut tidak sesuai dengan prinsip keamanan dan privasi yang diberlakukan di iOS. Selain itu, perusahaan menegaskan bahwa mereka tidak pernah mengikuti aturan serupa di negara manapun.

Penolakan dari vendor besar seperti Apple, diprediksi akan memincu gelojak politik di India.

Hal ini dikarenakan pihak oposisi menuduh pemerintah telah melampaui batas dalam mengontrol dunia digital di India.

Menanggapi hal ini, Menteri Telekomunikasi India, Jyotiraditya M. Scindia mengatakan aplikasi Sanchar Saathi bersifat opsional dan bisa dihapus pengguna kapanpun mereka mau.

Dia juga membantah adanya tudingan bahwa aplikasi ini digunakan untuk mata-mata, maupun praktek penyadapan dari pemerintah India.

Dengan jumlah pengguna smartphone lebih dari 700 juta orang, keputusan Apple ini diperkirakan akan mempengaruhi langkah vendor ponsel lain dalam menanggapi aturan ini. (*)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
#india #iphone #Sanchar Saathi #aplikasi keamanan #apple