Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Tuduh Sebarkan Propaganda LGBT, Pemerintah Rusia Resmi Blokir Roblox

Andika Julia Perdana Putra • Jumat, 5 Desember 2025 | 23:40 WIB
Roblox diblokir Rusia usai dianggap mempromosikan hubungan non-tradisional dan berpotensi memengaruhi perkembangan moral anak.
Roblox diblokir Rusia usai dianggap mempromosikan hubungan non-tradisional dan berpotensi memengaruhi perkembangan moral anak.

RADARTUBAN - Kabar mengejutkan datang dari Rusia, dimana negara tersebut dilaporkan telah resmi memblokir salah satu game populer, yakni Roblox.

Badan pengawas komunikasi Rusia, Roskomnadzor menuduh pengembang Roblox telah mendistribusikan materi yang berisi propaganda LGBT.

Selain itu, lembaga tersebut menegaskan Roblox dipenuhi konten yang dianggap tidak pantas dan berpotensi berdampak buruk pada perkembangan moral anak-anak.

Keputusan ini menjadi bagian dari kebijakan keras Rusia terhadap apa yang mereka sebut "gerakan LGBT internasional".

Sebelum melarang Roblox, pemerintah Rusia juga telah meminta Steam untuk menghapus game Flick Solitaire karena kasus yang sama dan menekan Duolingo untuk menghapus referensi mengenai hubungan sesama jenis.

Beberapa organisasi juga sering kali dijatuhi denda karena dianggap mempromosikan hubungan non-tradisional.

Presiden Rusia, Vladimir Putin bahkan menyebut perlindungan terhadap hak LGBT sebagai langkah "menuju setan yang terbuka".

Sudah menjadi rahasia umum jika Roblox serinh menghadapi sorotan global terkait keamanan anak dan moderasi konten di dalamnya.

Platform tersebut dikenal karena banyaknya ruang yang dapat dieksplorasi oleh predator anak.

Hal ini juga yang menjadi alasan Irak dan Turki melarang kehadiran layanan Roblox di negara mereka.

Mendapat banyak tekanan internasional, Roblox berupaya memperketat pengawasan konten buatan pengguna, menambahkan pembatasan usia, dan mulai menerapkan verifikasi berbasis wajah mulai tahun depan.

Roblox juga meminta pengembang untuk menandai konten sensitif agar orang tua dapat mengendalikan konten yang dikonsumsi oleh anak.

Kendati mendapat tekanan sana sini, Roblox tetap menjadi salah satu platform hiburan terbesar dengan lebih 151 kita pengguna aktif. (*)

Editor : Yudha Satria Aditama
#rusia #presiden #internasional #LGBT #Roblox #vladimir putin