RADARTUBAN - Setelah menuai kontroversi, Pemerintah India resmi membatalkan aturan yang mewajibkan semua produsen ponsel menyertakan aplikasi keamanan Sanchar Saathi di perangkat baru.
Keputusan ini diambil setelah gelombang penolakan dari publik muncul serta perusahaan teknologi seperi Apple yang menolak mentah-mentah kewajiban ini.
Pada awalnya, India memberikan tenggat waktu 90 hari bagi vendor ponsel untuk mengikuti perintah tersebut.
Sejumlah pengguna mempertanyakan alasan pemerintah mendorong kebijakan ini.
Setelah mendapatkan banyak kritik tajam, pemerintah berdalih dengan menyatakan aplikasi Sanchar Saathi akan dapat dihapus oleh pengguna.
Tetapi hanya dalam waktu 48 jam, tekanan publik, dan penolakan dari perusahaan besar membuat pemerintah India membatalkan aturan tersebut.
Kementerian Telekomunikasi negara itu mengatakan bahwa pemasangan aplikasi Sanchar Saathi kini bersifat sukarela dan pembuat ponsel tidak diwajibkan lagi untuk menyertakannya secara bawaan.
Aplikasi Sanchar Saathi sendiri meluncur pada Januari 2025 dan telah mencatat sebanyak 14 juta unduhan, lengkap dengan 3 juta pengguna aktif secara bulanan.
Aplikasi ini dibuat untuk melaporkan tindakan penipuan, melacak dan memblokir ponsel curian, dan mencegah penyalahgunaan perangkat.
Meskipun membawa manfaat, tetapi kekhawatiran mengenai adanya potensi pelacakan dari pemerintah serta ancaman privasi pengguna menjadi alasan utama banyaknya penolakan dari publik.
Apalagi penolakan tegas dari Apple disebut menjadi faktor penting yang mendorong pemerintah India untuk membatalkan aturan itu.
Langkah ini menunjukkan bahwa perusahaan besar memiliki pengaruh yang cukup signifikan apalagi dalam isu sensitif seperti privasi pengguna. (*)
Editor : Yudha Satria Aditama