Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Uni Eropa Selidiki Meta atas Pembatasan AI di WhatsApp yang Dinilai Bisa Hambat Persaingan Sehat

Andika Julia Perdana Putra • Sabtu, 6 Desember 2025 | 18:47 WIB
Meta tengah diselidiki Komisi Eropa terkait kebijakan baru di WhatsApp.
Meta tengah diselidiki Komisi Eropa terkait kebijakan baru di WhatsApp.

RADARTUBAN - Komisi Eropa baru-baru ini telah membuka penyelidikan terkait dugaan praktek antimonopoli yang dilakukan Meta.

Penyelidikan ini bermula ketika Meta mengubah aturan main layanan AI di WhatsApp.

Pendalaman kasus ini akan berfokus pada aturan baru yang dikeluarkan oleh Meta pada bulan Oktober kemarin.

Aturan ini berisi langkah untuk membatasi layanan AI pihak ketiga di WhatsApp dan mengutamakan Meta AI yang berlaku mulai 15 Januari.

Sejumlah pihak di Eropa menyatakan sikap khawatir aturan tersebut dapat menghambat persaingan sehat karena penyedia AI lainnya tidak bisa beroperasi di WhatsApp.

Meskipun fungsi AI pihak ketika pada sektor bisnis masih diperbolehkan, tetapi pembatasan layanan AI untuk pengguna luas dianggap akan menutup akses ke kompetitor.

Meta angkat bicara mengenai penyelidikan yang dilakukan oleh Komisi Eropa tersebut.

Melalui juru bicara WhatsApp, perusahaan mengatakan klaim Komisi Eropa sama sekali tidak berdasar.

Lebih lanjut, Meta mengatakan API WhatsApp secara bawaan memang tidak dirancang untuk mengakomodir penggunaan chatbot AI secara luas karena akan membebani sistem.

Menurut Meta, pasar AI telah begitu kompetitif dengan banyaknya alternatif layanan AI melalui aplikasi lain, mesin pencari, bahkan sistem operasi.

Hingga saat ini belum ada batas waktu kapan penyelidikan akan selesai. Tetapi dari yang sudah-sudah, kasus semacam ini akan berlangsung selama bertahun-tahun. (*)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
#AI #komisi eropa #whatsapp #meta #monopoli