RADARTUBAN - Sejak lama kartu microSD menjadi alternatif menarik dan murah bagi pengguna yang ingin menambah kapasitas penyimpanan ponsel tanpa harus membeli perangkat baru.
Hanya saja dalam beberapa tahun terakhir, produsen ponsel menghapus dukungan microSD dan memaksa pengguna untuk membayar lebih demi penyimpanan yang lebih luas.
Tetapi kini situasinya mungkin akan sedikit berubah.
Melansir dari WccfTech, sejumlah rumor menyebut beberapa vendor ponsel tengah mempertimbangkan untuk mengembalikan dukungan microSD khususnya di perangkat mid hingga high end.
Hal ini dikarenakan kenaikan harga DRAM yang semakin tak terkendali.
Biaya produksi yang terus meningkat menjadi beban tambahan bagi para produsen ponsel global.
Apalagi pasokan DRAM diprediksi turun hingga akhir 2027.
Vendor seperti Samsung dikabarkan telah menolak permintaan memori untuk divisi ponselnya sendiri dan memilih kontrak yang direvisi setiap tiga bulan.
Saat ini harga memori LPDDR5X berkapasitas 12GB telah mencapai $70, dari yang semula $33 pada awal tahun ini.
Dengan naik hampir dua kali lipat tersebut, cukup masuk akal jika produsen akan kembali menawarkan slot microSD sebagai opsi penyimpanan tambahan.
Langkah ini disebut tidak hanya menghemat biaya, tetapi juga akan menjaga penjualan ponsel tetap stabil.
Jika resmi diterapkan, banyak pengguna berharap produsen akan mendukung standar microSD Express yang menawarkan kecepatan hingga 800MB/s, mendekati kecepatan penyimpanan internal ponsel.
Slot microSD diperkirakan akan dirilis paling cepat pada paruh kedua tahun 2026 mendatang.
Sedangkan bagi ponsel yang sudah dalam proses produksi, jelas belum akan mendukung slot microSD secara penuh. (*)
Editor : Yudha Satria Aditama