Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Trump Izinkan Nvidia Jual Chip H200 ke Tiongkok, Tapi Hanya untuk Pembeli yang Disetujui AS

Andika Julia Perdana Putra • Jumat, 12 Desember 2025 | 18:05 WIB
Pemerintah AS resmi longgarkan aturan dengan izinkan Nvidia jual chip H200 ke Tiongkok.
Pemerintah AS resmi longgarkan aturan dengan izinkan Nvidia jual chip H200 ke Tiongkok.

RADARTUBAN - Pemerintah Amerika Serikat baru-baru ini memberikan lampu hijau bagi Nvidia untuk menjual chip AI kelas atas mereka yakni H200 ke Tiongkok.

Keputusan ini diumumkan langsung oleh Presiden AS, Donald Trump yang membuka akses lebih luas ke perusahaan Tiongkok.

Tetapi keputusan ini bukan datang tanpa syarat. Pasalnya AS hanya menyetujui pembelian chip oleh perusahaan Tiongkok yang telah disetujui oleh pemerintah Trump.

Selain itu, setiap transaksi ini akan dikenai tarif ekspor dari AS sebesar 25 persen.

H200 merupakan chip AI terbaik kedua Nvidia setelah Blackwell B200. Sebelumnya Tiongkok hanya diizinkan untuk membeli chip model H20 yang memiliki performa jauh lebih rendah.

Sedangkan chip terbaik Nvidia saat ini, Blackwell B200 masih dilarang untuk diekspor ke Tiongkok marena dianggap sensitif terhadap keamanan nasional.

Kendati begitu, banyak laporan menyebut chip B200 senilai lebih dari satu milyar dollar telah masuk ke Tiongkok secara ilegal melalui jalur gelap.

Nvidia menyebut chip Blackwell B200 memiliki performa hampir sepuluh kali lipat jika dibandingkan dengan H200.

Sedangkan H200 sendiri memiliki performa enam kali lebih kencang daripada H20.

Langkah pelonggaran ini hadir di tengah kekhawatiran AS terhadap Nvidia yang berisiko kehilangan pasar di Tiongkok karena agresifnya Huawe dalam mengembangkan chip sendiri.

Selain untuk Nvidia, keputusan serupa juga akan diberikan bagi perusahaan chip lain seperti AMD dan Intel.

Keputusan yang diambil Trump ini menuai banyak kritik dari dalam negeri. Sejumlah anggota Kongres AS menganggap kebijakan ini membuka celah bagi Tiongkok untuk mengembangkan industri dan militer.

Selain itu, mereka juga khawatir teknologi AS akan ditiru dan diproduksi secara massal oleh perusahaan Tiongkok.

Meskipun akses ke chip berperforma tinggi semakin terbuka, belum jelas seberapa besar minat perusahaan Tiongkok untuk memboyong chip H200 tersebut.

Apalagi pemerintahan Xi Jinping telah menghimbau perusahaan dalam negeri untuk sepenuhnya mengurangi ketergantungan terhadap teknologi AS. (*)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
#nvidia #Pemerintah Amerika Serikat #chip ai #H200 #tiongkok #donald trump