RADARTUBAN - Ajang The Game Awards 2025 yang digelar pada Jumat (12/12) pagi menjadi panggung bagi satu nama yang hampir mendominasi seluruh kategori.
Nama tersebut adalah Clair Obscur Expedition 33, game RPG garapan Sandfall Studios.
Game ini menjadi bintang utama setelah menyapu sembilan penghargaan termasuk Game of the Year, sekaligus memecahkan rekor meraih penghargaan terbanyak sepanjang sejarah acara ini.
Dengan latar fantasi gelap, Expedition 33 mengambil cerita perjalanan sukarelawan yang berusaha menghentikan Paintress, makhluk misterius dibalik Gommage yakni fenomena fatal yang menghapus orang berdasarkan usia yang tertulis.
Perpaduan RPG turn base serta elemen aksi real-time menjadi salah satu daya tarik utama game ini.
Kemenangan yang diraih oleh Expedition 33 pun tidak main-main, mulai dari Game of The Year, Best RPG, Best Narrative, Best Art Direction, Best Score & Music, Best Game Direction, Best Debut Indie Game, Best Independent Game.
Bahkan, Jennifer English berhasil meraih penghargaan pada kategori Best Performance saat memerankan salah satu tokoh di game tersebut.
Raihan itu cukup untuk menyalip rekor The Last of Us Part II yang sebelumnya memegang rekor peraih penghargaan terbanyak dalam satu malam.
Menariknya Sandfall Studios menjadi satu-satunya studio game hingga saat ini yang memenangkan penghargaan Game of the Year dengan judul debutnya.
Meskipun Clair Obscur terlihat mendominasi acara, tetapi beberapa judul lain tetap mencuri sorotan penonton.
Sebut saja Battlefield 6 yang berhasil memenangi kategori Best Sound Design.
Sedangkan game Hollow Knight: Silksong, South of Midnight, serta ARC Riders masing-masing membawa pulang satu penghargaan.
Larian Studios yang menjadi pengembang Baldur's Gate 3 pulang dengan wajah tersenyum setelah meraih penghargaan untuk Best Community Services.
Dengan capaian luar biasa, Clair Obscur: Expedition 33 bukan hanya menang besar, tetapi juga resmi mengukir sejarah baru dalam dunia penghargaan game. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni