RADARTUBAN - Kabar mengenai kemungkinan lenyapnya SSD Samsung yang dijual untuk konsumen akhirnya dibantah langsung oleh perusahaan.
WccfTech dalam laporannya mengatakan Samsung tidak memiliki rencana untuk menghentikan produksi SSD SATA dan SSD tipe lainnya untuk para konsumen awam.
Isu ini mencuat di tengah mulai langkanya pasokan memori global terutama DRAM dan NAND yang banyak dialihkan untuk memenuhi lonjakan AI.
Situasi tersebut memincu spekulasi bahwa perusahaan asal Korea Selatan akan mengikuti langkah Micron yang menarik diri dari pasar konsumen demi memenuhi kebutuhan industri AI yang lebih menguntungkan.
Tetapi dalam keterangannya, Samsung secara tegas membantah rumor tersebut.
"Rumor mengenai penghapusan Samsung SATA atau SSD lainnya adalah salah," ujar juru bicara Samsung Electronics.
Pernyataan tersebut sekaligus akan meredakan kekhawatiran konsumen yang sempat panik.
Hal ini dikarenakan Samsung menjadi salah satu produsen NAND tersebar dan memegang peranan penting dalam rantai pasok SSD global.
Meskipun tidak akan menghentikan pasar konsumen awam, tetapi Samsung mengakui pihaknya berada dalam tekanan besar.
Permintaan yang tinggi dari penyedia layanan cloud dan perusahaan AI membuat pasokan memori serbaguna seperti DRAM, NAND, GDDR, dan LPDDR menjadi terbatas.
Dampak tersebut akan langsung merembet ke konsumen dimana harga SSD dan HDD berpotensi memicu kenaikan PC.
Selain Samsung, SK Hynix juga mengalami hal yang serupa. Perusahaan tersebut memperkirakan setidaknya butuh waktu beberapa bulan kedepan agar pasar ritel kembali stabil seperti biasanya.
Tetapi apapun itu, dengan klarifikasi dari Samsung ini, setidaknya konsumen dapat sedikit bernafas lega meskipun bayang-bayang kelangkaan memori masih belum hilang. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni