Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Krisis Chip Belum Usai, Honda Setop Produksi di Jepang dan Tiongkok

Andika Julia Perdana Putra • Minggu, 21 Desember 2025 | 12:10 WIB
Honda hentikan sementara produksi di Jepang dan Tiongkok karena rantai pasok yang terganggu.
Honda hentikan sementara produksi di Jepang dan Tiongkok karena rantai pasok yang terganggu.

RADARTUBAN - Masalah kekurangan pasokan semikonduktor di industri otomotif global sepertinya belum akan mereda.

Honda kembali menjadi dalan satu pabrikan yang terdampak hal tersebut, dengan rencana untuk menghentikan sementara produksi di sejumlah pabrik di Jepan dan Tiongkok.

Bloomberg dalam laporannya meengatakan Hinda akan menghentikan aktivitas produksi di salah satu pabriknya di Jepang pada 5 dan 6 Januari 2025.

Hanya saja, perusahaan tidak mengungkap fasilitas mana yang akan terdampak keputusan tersebut.

Sedangkan di Tiongkok, tiga fasilitas milik Guangqi Honda Automobile, sebuah perusahaan patungan antara Honda fan Guangzou Automobile Groub akan ditutup mulai 29 Desember hingga 2 Januari.

Langkah ini terpaksa di ambil Honda dikarenakan pasokan chip yang kembali terganggu.

Akar persoalannya bukan hanya bersifat teknis, tetapi juga dipicu oleh ketegangan geopolitik.

Pasalnya pada Oktober lalu, Belanda mengambil alih pembuat chip Nexperia, perusahaan berbasis di Belanda yang dimiliki oleh Wingtech Technology asal Tiongkok.

Keputusan ini memicu respon dari Beijing dengan membatasi ekspor chip Nexperia yang banyak digunakan untuk sistem kontrol pada kendaraan.

Meskipun Beranda kemudian menangguhkan intervensinya dan Tiongkok melonggarkan sebagai pembatasan, tetapi dampaknya masih terasa di rantai pasok global.

Kesepakatan setengah jalan tersebut belum cukup untuk mengembalikan ketersediaan komponen ke level normal.

Sebelumnya Honda memprediksi pasokan chip akan pulih mulai akhir November. Tetapi realitas berkata lain.

Ketidakpastian pasokan membuat produsen otomotif tersebut untuk menyesuaikan jadwal produksi.

Honda bahkan telah merevisi proyeksi penjualan globalnya yang semula 3,62 juta unit turun menjadi 3,34 juta unit.

Kondisi ini semakin mempertegas bahwa industri otomotif global masih sangat rapuh dalam menghadapi ketegangan geopolitik.

Hingga saat ini tidak banyak pelaku industri yang siap menghadapi dampak konflik global terhadap rantai pasok komponen seperti semikonduktor. (*)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
#chip #jepang #Honda #semikonduktor #tiongkok #industri otomotif