Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Lewat Ponsel dan Smartwatch, Samsung Kembangkan Teknologi Deteksi Dini Penurunan Kognitif Otak

Andika Julia Perdana Putra • Jumat, 2 Januari 2026 | 13:05 WIB
Samsung kenalkan layanan kesehatan otak yang terhubung dengan ekosistemnya.
Samsung kenalkan layanan kesehatan otak yang terhubung dengan ekosistemnya.

RADARTUBAN - Kesehatan, belakangan telah menjadi perhatian banyak orang. Seiring dengan berkembangnya teknologi, bidang kesehatan juga menemukan bentuk barunya diluar fasilitas medis resmi.

Seperti halnya Samsung, yang dikabarkan akan memperkenalkan layanan kesehatan otak pada ajang CES 2026 yang digelar bulan depan.

Layanan ini dirancang untuk mendeteksi perubahan fungsi kognitif sejak dini, termasuk tanda awal gejala demensia yang dapat dilakukan melalui ponsel dan jam tangan pintar Samsung.

Media lokal Korea Selatan mengatakan teknologi ini akan bekerja dengan cara menganalisis data harian pengguna.

Informasi yang dikumpulkan mencakup pola berjalan, perubahan suara, hingga kualitas dan kebiasaan tidur pengguna.

Dari data tersebut, sistem akan mencari indikasi penurunan kognitif yang mungkin luput disadari oleh pengguna.

Jika terdeteksi gejala awal, layanan kesehatan ini akan memberikan beberapa rekomendasi untuk tindakan pencegahan.

Tidak hanya itu, Samsung juga menyiapkan program pelatihan otak yang dipersonalisasi untuk membantu menjaga atau meningkatkan kemampuan kognitif pengguna.

Konsep program ini disebut mirip dengan latihan otak populer dari game Dr Kawashima's Brain Training, tetapi terintegrasi langsung dengan ekosistem Samsung.

Fitur ini akan melengkapi deretan layanan kesehatan milik Samsung lain, seperti pemantauan tekanan darah, EKG, dan notifikasi mengenai irama detak jantung.

Sedangkan soal privasi pengguna, Samsung akan menggunakan sistem keamanan Samsung Knox dengan menyimpan data secara offline di perangkat.

Hal tersebut diambil guna meminimalisir resiko kebocoran informasi sensitif pengguna.

Meski pengembangan layanan kesehatan otak disebut hampir rampung, tetapi Samsung belum akan merilisnya secara luas ke publik. Perusahaan kini masih melakukan validasi klinis bersama sejumlah institusi medis.

Samsung mengaku belum memiliki tanggal untuk perilisan fitur ini, tetapi layanan kesehatan otak tersebut akan menjadi bagian dari strategi kesehatan digital Samsung ke depan. (*)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
#fungsi kognitif #samsung #layanan kesehatan otak #smartwatch