RADARTUBAN - Persaingan industri otomotif berbasis listrik sepertinya akan mulai bergeser tahun ini.
Pasalnya, produsen mobil listrik asal Tiongkok, BYD resmi mengukuhkan diri menjadi pabrikan terlaris di dunia, menyalip Tesla yang selama ini mendominasi pasar mobil listrik.
Sepanjang tahun 2025, BYD membukukan penjualan sekitar 2,26 juta unit mobil listrik atau naik 28 persen jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya.
Sedangkan Tesla, hanya mencatatkan penjualan 1,64 juta unit atau turun sekitar 9 persen dari capaian tahun 2024.
Hal ini menjadikan BYD untuk pertama kalinya berada di puncak penjualan EV global.
Tekanan terhadap Tesla semakin terlihat dari penurunan penjualan Model 3 dan Model Y. Pada kuartal empat saja, pengiriman kendaraan Tesla merosot tajam hingga mencapai 16 persen.
Hal ini dikarenakan hilangnya intensif kendaraan listrik di sejumlah negara, termasuk subsidi senilai 7,5 ribu dolar AS menjadi pukulan telak bagi Tesla.
Di Eropa sendiri, sentimen negatif terhadap kebijakan politik Elon Musk serta persaingan harga yang ketat menjadi tantangan utama Tesla yang membuat mereka kehilangan momentum.
Bahkan pada Mei 2025 lalu, BYD untuk pertama kalinya mencatat penjualan mobil listrik jauh lebih banyak dibandingkan Tesla di kawasan Eropa.
Padahal di Benua Biru itu otoritas Uni Eropa telah memberlakukan tarif tambahan hingga 17 persen untuk pembelian mobil listrik buatan Tiongkok.
Hanya saja, keunggulan harga BYD yang dibawah Tesla tetap menjadi daya tarik utama pabrikan asal Tiongkok itu.
Model seperti BYD Dolphin dan Dolphin Surf dijual jauh lebih murah jika dibandingkan dengan Tesla Model 3.
Di Indonesia sendiri BYD juga mencatatkan keberhasilan. Mengutip dari Katadata, penjualan ritel BYD hingga bulan November 2025 telah mencapai 39 ribu lebih unit.
Angka tersebut melonjak jika dibandingkan dengan tahun kemarin.
Model BYD Atto 1 menjadi suksesor utama mengingat harga yang ditawarkan terbilang kompetitif dengan fitur yang relevan bagi konsumen dalam negeri.
Dengan lini produk yang luas, harga agresif, dan ekspansi global yang konsisten, BYD kini bukan sekadar penantang, melainkan pemain utama yang mengubah arah industri mobil listrik dunia. (*)
Editor : Yudha Satria Aditama