RADARTUBAN - Perangkat Apple Vison Pro sempat dipandang akan menjadi langkah besar bagi Apple dalam memasuki industri komputasi spasial.
Dengan spesifikasi kelas atas yang dibawa, perangkat ini disebut akan menjadi masa depan industri AR/VR.
Hanya saja, kenyataan berkata lain. Sejak peluncurannya, Vison Pro telah menghadapi sejumlah tantangan berat.
Harga yang mencapai 3.499 dolar AS atau setara Rp 58 juta membuatnya sulit untuk dijangkau banyak konsumen.
Meskipun pada awal perilisan, Vision Pro mendapatkan hype yang cukup tinggi, tetapi seiring waktu momentum tersebut semakin memudar.
Bahkan tercatat penjualan Vision Pro tidak menunjukkan lonjakan berarti pada saat musim liburan.
Padahal periode tersebut sering menjadi ladang cuan Apple dimana permintaan perangkat melonjak naik.
Alhasil, Apple akhirnya mengambil langkah efisiensi karena hal ini. Sejumlah laporan menyebut perusahaan telah memangkas hingga 95 persen anggaran pemasaran Vision Pro di sejumlah negara besar.
Selain itu, permintaan yang turun membuat sektor produksi ikut terhambat dengan sejumlah mitra menghentikan perakitan Vision Pro.
Kendati telah hadir sejak tahun 2024, Apple masih membatasi penjualan Vision Pro hanya ke 13 negara tanpa adanya rencana ekspansi yang lebih luas.
Selain soal harga, beberapa faktor lain juga berperan memperparah kondisi ini.
Faktor tersebut mulai dari bobot perangkat yang berat, daya tahan baterai, hingga terbatasnya ekosistem aplikasi untuk VisionOS.
CEO Apple, Tim Cook mengakui Vision Pro tidak ditujukan untuk pasar konvensional, melainkan sebuah teknologi awal bagi segmen tertentu.
Di luar Apple sendiri, persaingan headset AR mulai kompetitif.
Meta hingga kini masih mendominasi pangsa pasar, sedangkan pemain baru seperti Samsung dengan Galaxy XR mulai dilirik karena menawarkan pendekatan AI unik dengan desain lebih ringan.
Meskipun dianggap perangkat AR tercanggih, kombinasi harga yang mahal dengan manfaat yang belum maksimal membuat Vision Pro masih kesulitan mendapat tempat.
Kedepannya, Apple direncanakan akan menghadirkan perangkat baru dengan harga yang lebih terjangkau demi bisa bersaing dengan para kompetitornya. (*)
Editor : Yudha Satria Aditama