RADARTUBAN - Komunitas PC gaming sepertinya harus bersiap menghadapi kabar yang kurang menyenangkan.
Pasalnya, produsen GPU ternama seperti AMD dan Nvidia berencana akan menaikan harga GPU konsumen secara signifikan mulai tahun ini.
Seperti yang telah diduga, kenaikan harga ini dipicu oleh melonjaknya biaya memori yang kini telah menyumbang hingga 80 persen dari total biaya produksi GPU.
Naiknya harga memori diakibatkan oleh ledakan pembangunan pusat data AI di berbagai negara yang menyerap pasokan memori global dalam jumlah besar.
Permintaan yang tinggi tersebut membuat komponen memori seperti VRAM GDDR6 dan GDDR7 menjadi semakin langka dan mahal.
Komisi tersebut jelas memaksa produsen GPU untuk menyesuaikan harga bukan hanya pada produk kelas server, tetapi juga pada GPU konsumen yang menjadi incaran gamer.
Produsen seperti AMD diperkirakan akan menaikan harga GPU sejak bulan Januari ini, disusul Nvidia pada Februari 2026.
Tak berhenti di sana, kenaikan harga ini dikatakan akan berlangsung hingga akhir tahun secara bertahap.
Kenaikan harga ini akan berdampak langsung pada produk kelas atas seperti GeForce RTX 50 dari Nvida dan Radeon RX 9000 milil AMD.
Bahkan harga RTX 5090 yang awalnya berada di kisaran 1,999 dolar AS, diprediksi akan melonjak tajam jika tren kenaikan harga ini terus berlanjut hingga akhir tahun.
Bagi konsumen umum, terutama gamer PC, situasi ini membuat biaya upgrade atau merakit PC menjadi jauh lebih mahal.
Selama permintaan memori untuk sektor AI teris meningkat, kondisi ini diperkirakan akan terus bertahan paling tidak di sepanjang 2026. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni