RADARTUBAN - Layanan internet berbasis satelit milik Starlink dilaporkan akan memberikan akses internet gratis bagi masyarakat Venezuela hingga 3 Februari mendatang.
Langkah ini muncul ditengah gejolak politik setelah Amerika Serikat mengumumkan penangkapan Presiden Venezuela, Nicolas Manduro.
Pemberian akses internet gratis oleh Starlink dilakukan menyusul adanya gangguan besar pada jaringan listrik dan internet di wilayah Caracas pasca operasi militer AS.
Dalam pernyataan resminya, Starlink menegaskan perusahaan berfokus untuk menjaga konektivitas internet baik bagi pelanggan lama maupun pelanggan baru Starlink.
Selain itu, akses internet ini diharapkan Starlink dapat meringankan beban masyarakat Venezuela ditengah masa krisis yang melanda.
Meskipun dalam peta ketersediaan Starlink wilayah Venezuela masih mencantumkan status 'coming soon, tetapi perusahaan tetap memberikan kredit otomatis bagi pengguna yang memiliki akun aktif.
Bagi pengguna yang sebelumnya telah menangguhkan atau memberhentikan layanan Starlink, dapat mengklaim kredit gratis tersebut dengan cara mengaktifkan akun tanpa biaya tambahan lagi.
Starlink menyarankan pengguna untuk menggunakan paket Roam atau Jelajah. Paket ini tersebut dalam dua varian yakni kuota 50GB dan unlimited yang dirancang untuk penggunaan lintas negara.
Elon Musk mengatakan langkah ini sebagai bentuk dukungan untuk Rakyat Venezuela.
Sebelum menghadirkan akses internet gratis ke Venezuela, Starlink juga pernah membuka akses serupa ke wilayah bencana, termasuk beberapa daerah di Indonesia pada akhir 2025.
Situasi politik di Venezuela sendiri masih memanas. Pemerintah Amerika Serikat mengatakan penangkapan Manduro terkait adanya praktik konspirasi narkotika hingga terorisme.
Saat ini jabatan presiden Venezuela dipegang oleh Delcy Rodriguez setelah ditunjuk Mahkamah Agung.
Presiden AS, Donald Trump menyatakan Washington akan terus mengawasi Venezuela hingga terjadi transisi kekuasaan yang dianggap sah.
Di tengah ketegangan geopolitik ini, akses internet gratis dari Starlink menjadi salah satu penopang penting bagi warga sipil untuk tetap terhubung dengan dunia luar. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni