RADARTUBAN - Lonjakan harga memori yang tak kunjung reda membuat pasar PC bergejolak memasuki awal tahun 2026.
Di tengah kondisi tersebut, muncul rumor yang mengatakan NVIDA tengah mempertimbangkan langkah untuk menghidupkan kembali GeForce RTX 3060.
Kabar tersebut pertama kali dilaporkan oleh pembocor terpercaya, yakni Hongxing2020.
Dalam unggahannya pada awal Januari ini, dia menyebut RTX 3060 berpotensi diproduksi kembali pada kuartal pertama tahun ini, meskipun GPU tersebut telah dihentikan produksinya sejak tahun 2024.
Langkah ini dipandang sebagai respon atas krisis memori yang semakin parah.
Permintaan dalam jumlah besar dari industri AI membuat pasokan GPU dan RAM, terkhususnya GDDR7 menjadi langka.
Akibatnya, kartu grafis generasi baru seperti seri RTX 50 sulit diproduksi secara massal dengan harga yang terjangkau.
Rumor ini sejalan dengan laporan lain yang menyebut AMD dan NVIDIA akan menaikkan harga GPU konsumen secara bertahap mulai tahun ini.
Fokus perusahaan untuk menyuplai industri AI membuat stok GPU di pasaran menjadi terbatas dengan harga yang terus merangkak naik.
Di tengah kondisi itu, RTX 3060 dinilai masih relevan, meski tidak memiliki performa sebanding dengan GPu keluaran baru.
Kartu grafis ini pertama kali rilis pada tahun 2021 dan cukup mumpuni untuk menjalankan kebutuhan game pada resolusi 1080p dan 1440p.
Bagi kalangan gamer, akan cukup masuk akal jika mengorbankan sedikit performa daripada harus membayar lebih mahal untuk GPU generasi baru.
Hanya saja, hal ini memunculkan sebuah pertanyaan baru yakni masalah harga.
Sejumlah gamer tidak yakin NVIDIA akan menjual RTX 3060 baru ini dengan harga yang terjangkau, mengingat kondisi pasar saat ini.
Meski begitu, jika kabar ini benar, kebangkitan RTX 3060 bisa menjadi angin segar bagi kalangan gamer meskipun ada kompromi dari sisi performa. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni