RADARTUBAN - Lagi-lagi Ubisoft melakukan langkah efisien dengan resmi menutup studio pengembangannya di Halifax, Kanada.
Keputusan ini berdampak pada 71 posisi kerja dan disebut sebagai bagian dari restrukturisasi internal yang telah berjalan selama dua tahun terakhir.
Dalam pernyataan resmi yang disampaikan kepada staf, perusahaan mengatakan penutupan ini dilakukan untuk merampingkan operasional, meningkatkan efisiensi, serta menekan biaya.
Selain itu, Ubisoft menjamin karyawan yang terdampak dengan memberikan paket pesangon serta dukungan karier tambahan selama masa transisi.
Penutupan ini banyak menyita perhatian karena terjadi 20 hari setelah karyawan Ubisoft Halifax membentuk serikat pekerja dan bergabung dengan CWA Canada.
Hanya saja, Ubisoft membantah adanya kaitan antara penutupan studio dan aktivitas serikat pekerja yang dilakukan oleh karyawan mereka.
Menurut juru bicara Ubisoft, keputusan ini telah direncanakan secara matang jauh sebelum proses serikat dimulai.
Kendati begitu, waktu pengumuman pembubaran ini memunculkan tanda tanya dari berbagai pihak.
Presiden CWA Kanada, Carmel Smyth, menyayangkan keputusan Ubisoft dan akan menempuh jalur hukum untuk memastikan hak-hak pekerja tetap dihormati.
Sejumlah karyawan juga menyuarakan kekecewaan mereka dan meminta Ubisoft membuktikan bahwa penutupan ini murni karena alasan bisnis.
Studio Ubisoft Halifax sendiri telah berdiri sejak tahun 2015 dan baru saja merayakan ulang tahun ke-10.
Langkah Ubisoft ini semakin memperjelas kekhawatiran banyak pihak di industri game dengan banyaknya penutupan studio yang menjadi pilar utama industri kreatif ini. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni