RADARTUBAN - Langkah efisiensi kembali dilakukan oleh Meta pada divisi metaverse.
Perusahaan induk Facebook dan Instagram itu resmi menutup tiga studio pengembang VR yakni Armature, Sanzaru, dan Twisted Pixel.
Penutupan ini menjadi dampak lanjutan dari pemangkasan internal Meta yang menargetkan lini metaverse.
Kabar ini pertama kali mencuat melalui unggahan para karyawan di media sosial.
Studio yang di tutup Meta ini sempat terkenal karena berbagai perilisan selesai Marvel's Deadpool VR dari Twisted Pixel, Asgard's Wrath dari Sanzaru, serta Resident Evil 4 pada platform Quest yang dihadirkan oleh Armature.
Tak hanya studio VR, aplikasi kebugaran berbasis VR yakni Supernatural juga ikutan terdampak.
Perusahaan memastikan aplikasi tersebut tidak akan lagi menerima konten maupun pembaruan fitur baru.
Kendari begitu, layanan Supernatural tetap akan bisa diakses oleh pengguna yang sudah ada.
Juru bicara Meta menjelaskan langkah ini sejalan dengan perubahan strategi dari Meta.
Perusahaan kini mengalihkan sebagian fokusnya pada bisnis perangkat wearable.
Sedangkan dana hasil efisiensi ini akan digunakan untuk investasi pertumbuhan lini wearable pada tahun 2026.
Keputusan ini memunculkan banyak pertanyaan mengenai masa depan ekosistem VR Meta.
Pasalnya perusahaan belum merilis headset VR baru sejak tahun 2024, dan bahkan menunda pengembangan Horizon OS yang digagas Meta bersama Asus dan Lenovo.
Meski begitu, Meta mengatakan tidak akan sepenuhnya meninggalkan industri game VR.
Perusahaan akan lebih fokus untuk mendukung pengembang dan mitra pihak ketiga demi keberlanjutan eksistensi VR Meta. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni