Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Taiwan Gelontorkan Investasi Ratusan Miliar Dolar untuk Bangun Industri Chip di AS

Andika Julia Perdana Putra • Sabtu, 17 Januari 2026 | 20:05 WIB
Taiwan jalin kesepakatan dengan AS untuk ekspansi bisnisnya ke Negeri Paman Sam.
Taiwan jalin kesepakatan dengan AS untuk ekspansi bisnisnya ke Negeri Paman Sam.

RADARTUBAN - Selain resmi memberlakukan tarif ke chip AI, Amerika Serikat juga menjalin kerja sama dagang dengan Taiwan dagang bernilai ratusan miliar.

Kesepakatan ini akan berfokus pada penguatan industri semikonduktor di Negeri Paman Sam, sekaligus mengurangi ketergantungan pada rantai pasok chip global.

Melalui pengumuman dari Departemen Perdagangan, perusahaan Taiwan dikabarkan telah berkomitmen menanamkan investasi langsung sedikitnya 250 miliar dolar AS.

Investasi besar ini akan dikhususkan untuk memperluas kapasitas produksi semikonduktor di wilayah Amerika Serikat.

Selain itu, pemerintah Taiwan juga menyiapkan jaminan kredit senilai 250 miliar dolar AS untuk mendukung industri chip dan rantai pasok terkait di wilayah AS.

Sebagai imbalan, Taiwan akan memperoleh perlakuan tarif yang lebih longgar. Tarif timbal balik akan dipangkas menjadi maksimal 15 persen dari yang sebelumnya 20 persen.

Hanya saja sejumlah produk seperti obat generik, komponen pesawat, dan sumber daya alam tertentu, dikecualikan dari tarif timbal balik tersebut.

Lebih lanjut, perusahaan Taiwan yang telah beroperasi di Amerika Serikat juga akan mendapat kuota impor bebas bea yang lebih besar.

Menurut laporan, produsen chip raksasa Taiwan Semiconductor Manufacturing Company (TSMC) berada di posisi paling diuntungkan dalam hal ini.

Perusahaan yang menjadi jantung utama chip dunia ini sebelumnya telah berkomitmen menggelontorkan investasi 100 miliar dolar AS untuk membangun fasilitasnya di Arizona.

Menteri Perdagangan AS, Howard Lutnick menegaskan pemerintah menargetkan 40 persen rantai pasok semikonduktor Taiwan dapat dipindahkan ke negaranya.

Dia mengakan tarif tetap akan digunakan sebagai insentif agar perusahaan membangun fasilitas di dalam negeri.

Kesepakatan ini diteken di bawah pemerintahan Donald Trump, yang menilai ketergantungan AS pada produksi chip luar negeri sebagai risiko ekonomi dan keamanan nasional.

Pasalnya, AS saat ini hanya memproduksi sekitar 10 persen dari total kebutuhan dalam negeri.

Hasilnya, kerja sama dengan Taiwan tersebut dipandang krusial untuk mempercepat kemandirian dalam industri semikonduktor. (*)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
#investasi #dagang #chip ai #taiwan #Amerika Serikat #semikonduktor