RADARTUBAN - Perbincangan soal arah bisnis OpenAI kini sepertinya memasuki babak baru. Perusahaan AI yang paling populer itu resmi mengumumkan rencana uji coba iklan di ChatGPT.
Rencana tersebut sebagai langkah untuk memperkuat pendapatan sekaligus menjaga layanan gratis ChatGPT tetap tersedia bagi pengguna luas.
Dalam pengumuman resmi yang dirilis Jumat (18/1) lalu, OpenAI menyebut iklan akan mulai diuji di Amerika Serikat dalam beberapa minggu ke depan.
Sasaran utama iklan ini adalah pengguna dewasa di tingkat Gratis dan paket Go.
Sedangkan untuk pelanggan ChatGPT Plus, Pro, Business, dan Enterprise dipastikan terbebas dari iklan.
Berbeda dari iklan pada umumnya, iklan di ChatGPT akan muncul di bagian bawah percakapan dan disesuaikan dengan topik diskusi pengguna.
Perusahaan mengatakan iklan akan diberi label yang jelas serta dipisahkan dari jawaban utama ChatGLT. Selain itu, OpenAI menjanjikan adanya independensi jawaban, yang berarti iklan tidak akan memengaruhi respons yang dihasilkan AI.
Dari sisi kontrol pengguna, OpenAI memberi sejumlah opsi. Pengguna dapat menutup iklan, melihat alasan mengapa iklan ditampilkan, menonaktifkan personalisasi, hingga menghapus data yang digunakan untuk menampilkan iklan rekomendasi.
Hanya saja, OpenAI mengatakan tidak akan memunculkan iklan pada topik sensitif seperti kesehatan, kondisi mental, atau politik. Lebih lanjut, pengguna dibawah 18 tahun juga dipastikan bebas dari iklan pada ChatGPT.
Berbicara mengenai privasi, OpenAI mengklaim tidak akan menjual atau membagikan data pengguna kepada pengiklan.
Sedangkan bagi pengguna yang tidak ingin melihat iklan sama sekali, perusahaan menawarkan solusi sederhana yakni beralih ke paket berbayar yang bebas iklan.
Strategi ini dinilai memberi dua keuntungan sekaligus. Di satu sisi, OpenAI memperoleh pemasukan baru untuk menutup biaya tinggi pelatihan dan operasional AI.
Kemudian di sisi lain, keberadaan iklan bisa mendorong sebagian pengguna untuk beralih ke paket berlangganan.
Meski membuka pintu iklan, OpenAI mengatakan fokus jangka panjang perusahaan tetap pada membangun produk AI yang bernilai dan bermanfaat bagi banyak orang. (*)
Editor : Yudha Satria Aditama