RADARTUBAN - Kejahatan siber phising yang semakin canggih berkat AI mendorong perusahaan keamanan digital untuk terus memperketat sistem mereka.
Salah satunya adalah 1Password yang meluncurkan fitur perlindungan phising pada ekstensi browser untuk melindungi pengguna dari penipuan daring.
Fitur tersebut dirancang sebagai "pengingat kedua" sebelum pengguna memberikan username dan kata sandi ke situs palsu.
1Password akan menampilkan pop up peringatan yang mendeteksi adanya potensi risiko sebelum pengguna memutuskan untuk mengisi informasi sensitif tersebut.
Selama ini, 1Password telah menolak untuk mengisi nama pengguna dan kata sandi secara otomatis jika alamat situs tersebut tidak cocok dengan data login yang telah tersimpan.
Hanya saja, masalah muncul ketika pengguna tidak memahaami alasan penolakan tersebut dan memilih untuk mengisinya secara manual.
Hal tersebut sering kali dimanfaatkan oleh pelaku phising untuk mencuri data pengguna.
Melalui pembaruan ini, 1Password akan menambahkan lapisan keamanan ekstra.
Fitur ini akan aktif ketika pengguna mencoba mengisi nama pengguna dan kata sandi secara manual ke situs yanh mencurigakan dengan mengaktifkan pop up peringatan.
Pesan tersebut akan meminta pengguna untuk berhenti sejenak dan memeriksa lebih lanjut apakah situs yang dikunjungi benar-benar aman atau tidak.
Menurut perusahaan, pendekatan ini diharapkan dapat membuat pengguna lebih waspada dan meninjau ulang halaman web sebelum melanjutkan proses login.
Fitur perlindungan ini akan secara otomatis aktif untuk pengguna paket individu dan keluarga.
Sedangkan bagi pengguna bisnis, administrator dapat mengaktifkan opsi ini untuk seluruh karyawan.
Dengan langkah ini, 1Password berharap risiko kebocoran kata sandi akibat penipuan daring dapat ditekan sedini mungkin. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni