Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Tak Lagi Eksklusif untuk Pixel, Fitur Deteksi Penipuan Google Bakal Hadir di Galaxy S26

Andika Julia Perdana Putra • Selasa, 27 Januari 2026 | 06:57 WIB
Samsung dikabarkan akan adopsi fitur Deteksi Penipuan milik Google.
Samsung dikabarkan akan adopsi fitur Deteksi Penipuan milik Google.

RADARTUBAN - Fitur deteksi penipuan milik Google yang selama ini telah menjadi fitur unggulan ponsel Pixel berpotensi akan segera hadir ke perangkat non-Pixel.

Pasalnya, dari laporan terbaru menunjukkan fitur tersebut sedang dipersiapkan untuk seri Samsung Galaxy S26 yang diperkirakan akan meluncur dalam waktu dekat ini.

Deteksi Penipuan pertama kali diperkenalkan bersama Pixel 9 beberapa tahun lalu.

Sesuai namanya, fitur ini akan mendeteksi potensi penipuan secara real-time saat pengguna menerima panggilan, pesan teks, hingga obrolan di aplikasi chat.

Kemudian sistem akan langsung memberikan peringatan ketika ada indikasi aktivitas yang mencurigakan.

Selama ini, implementasi Deteksi Penipuan berbeda di tiap generani ponsel Pixel.

Pixel 9 dan Pixel 10 disejumlah negara mengandalkan Gemini Nano berbasis AI di perangkat langsung.

Sedangkan pada Pixel 6 hingga Pixel 8 menggunakan model pembelajaran mesin lokal tanpa melibatkan Gemini.

Dalam aplikasi Google Phone terbaru ditemukan petunjuk kuat bahwa fitur ini akan hadir di ponsel non-Pixel.

Dalam potongan kode di dalamnya, terdapat nomor model yanh diyakini milik seri Galaxy S26, yakni SM-S942, SM-S947, dan SM-S948. Ketiganya berdampingan dengan kode perangkat Pixel, serta nama kode "Sharpie" yang merujuk langsung pada fitur Deteksi Penipuan.

Hanya saja terdapat satu pertanyaan besar. Selama ini ponsel Samsung secara default tidak menggunakan aplikasi Google Phone, melainkan Samsung Phone.

Meskipun aplikasi Google Phone bisa diunduh melalui Play Store, statusnya sebagai aplikasi non-sistem bisa membatasi izin penting yang dibutuhkan oleh fitur Deteksi Penipuan tersebut.

Karenanya, banyak spekulasi muncul bahwa Samsung akan menggantik aplikasi telepon pada S26 dengan menggunakan Google Phone.

Apalagi langkah serupa juga pernah diterapkan Samsung saat mengganti aplikasi Pesan dengan Google Messages demi menghadirkan dukungan RCS yang lebih optimal.

Hingga kini, baik Google maupun Samsung belum memberikan konfirmasi resmi. Jika benar terealisasi, Galaxy S26 berpotensi menjadi ponsel non-Pixel pertama yang kebagian fitur keamanan eksklusif ini. (*)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
#AI #Pixel #fitur deteksi penipuan #samsung #google #Galaxy S26