RADARTUBAN - Platform perpesanan online, WhatsApp dilaporkan tengah mengembangkan skema langganan baru yang memungkinkan pengguna untuk menyingkirkan iklan dari aplikasi.
Pada saat ini fitur teras masih dalam tahap uji coba, tetapi sinyal kehadiran semakin kuat.
Melansir dari NewsBytes, paket berlangganan ini ditujukan untuk menghapus iklan pada tab Pembaruan, termasuk pada area Status dan Saluran.
Dengan berlangganan, pengguna bisa menikmati pengalaman WhatsApp yang lebih menyenangkan tanpa adanya konten promosi.
Kehadiran opsi ini tidak lepas dari WhatsApp yang sebelumnya mulai menayangkan iklan di sejumlah negara.
Meskipun menuai penolakan dari banyak penggunanya, tetapi Meta tetap kukuh melanjutkan strategi monetisasi tersebut sembari menawarkan alternatif bagi pengguna yang tidak ingin melihat iklan.
Bukti keberadaan langganan bebas iklan ini ditemukan di kode yang berada di aplikasi WhatsApp.
Kode tersebut mengindikasikan sistem berlangganan bulanan, lengkap dengan opsi untuk menerima harga baru atau bertahan dengan WhatsApp beriklan.
Selain itu, WhatsApp juga akan menyediakan beberapa pilihan paket berlangganan untuk para pengguna.
Mengenai harga, bocoran awal menunjukkan biaya paket berlangganan ini sekitar 4 euro atau setara Rp 79 ribu perbulan.
Hanya saja angka tersebut dapat berubah mengingat layanan ini masih belum dirilis secara resmi oleh Meta.
WhatsApp menegaskan iklan hanya akan muncul di tab Pembaruan.
Sedangkan pesan pribadi, panggilan, dan grub tetap terbebas dari materi promosi.
Perusahaan juga mengatakan pesan pengguna tidak akan digunakan untuk personalisasi iklan. Iklan hanya akan tampil berdasarkan pada lokasi, bahasa, dan aktivitas di tab Pembaruan.
Jika resmi diluncurkan, paket ini diperkirakan akan tersedia lebih dulu di Eropa dan Inggris sebagai bagian dari penyesuaian terhadap regulasi setempat. (*)
Editor : Yudha Satria Aditama