RADARTUBAN – Beberapa waktu belakangan, Ubisoft mengalami serangkaian nasib buruk yang membuat perusahaan mengambil langkah penghematan besar.
Kali ini, perusahaan yang berbasis di Prancis tersebut mengajukan proposal pemutusan hubungan kerja (PHK) secara sukarela.
Target 18–20 Persen Karyawan Kantor Pusat
PHK ini menargetkan hingga 200 karyawan di kantor pusat Ubisoft di Paris. Jumlah ini setara dengan sekitar 18 hingga 20 persen dari total staf yang berada di lokasi tersebut.
Baca Juga: Efisiensi Berlanjut, Ubisoft Tutup Studio Halifax Setelah 10 Tahun Beroperasi
Gunakan Skema Hukum RCC Prancis
Rencana PHK ini dilakukan melalui skema Rupture Conventionelle Collective (RCC), yakni mekanisme hukum di Prancis yang memungkinkan perusahaan mengurangi tenaga kerja secara kolektif dan sukarela setelah mendapat persetujuan serikat pekerja dan otoritas terkait.
Namun hingga kini, proposal tersebut masih berada dalam tahap negosiasi dan belum bersifat final.
Baca Juga: Ubisoft Resmi Akuisisi Game MOBA March of Giants dari Amazon, Bidik Pasar Kompetitif Global
Hanya Berlaku untuk Karyawan di Prancis
Perusahaan menegaskan kebijakan ini hanya akan berlaku bagi karyawan Ubisoft International yang memiliki kontrak langsung di Prancis.
Dengan demikian, langkah ini tidak akan berdampak pada studio atau tim Ubisoft yang berada di negara lain.
Restrukturisasi Besar-besaran Tim Pengembang
Pengajuan PHK muncul tak lama setelah Ubisoft merombak struktur organisasinya.
Perusahaan kini membagi tim pengembang ke dalam lima “rumah kreatif” yang masing-masing bertanggung jawab atas judul game tertentu.
Restrukturisasi ini dipicu oleh penjualan yang mengecewakan, penurunan pendapatan, serta anjloknya nilai saham perusahaan.
Enam Proyek Dibatalkan, Dua Studio Ditutup
Akibat tekanan finansial tersebut, Ubisoft telah:
- Membatalkan enam proyek game
- Menunda tujuh judul lainnya
- Menutup dua studio pengembangan
Salah satu proyek yang dihentikan adalah remake Prince of Persia: The Sands of Time, meskipun Ubisoft memastikan waralaba tersebut masih akan dilanjutkan di masa depan.
Kebijakan WFO Dinilai Bisa Dorong Karyawan Mundur
Perusahaan belum menjelaskan langkah lanjutan jika target PHK 200 karyawan secara sukarela tidak tercapai.
Namun kebijakan kembali bekerja dari kantor selama lima hari dalam sepekan dinilai bisa mendorong sebagian staf memilih hengkang dari Ubisoft.
Saham Anjlok Tajam, Proyek Lama Masih Bertahan
Di tengah tekanan finansial, saham Ubisoft terus merosot tajam. Dari kisaran USD 20 per saham pada 2021, kini nilainya berada di sekitar USD 1.
Meski demikian, beberapa proyek lama seperti Beyond Good and Evil 2 masih bertahan dan belum dibatalkan. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni