Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Xiaomi Dikabarkan Lakukan Revolusi Besar di HyperOS 4, Ini Dampaknya

Andika Julia Perdana Putra • Selasa, 3 Februari 2026 | 20:10 WIB
Xiaomi akan lakukan perombakan dari sisi sistem pada HyperOS 4.
Xiaomi akan lakukan perombakan dari sisi sistem pada HyperOS 4.

RADARTUBAN- Sejak rilis pada tahun 2023 lalu, HyperOS telah menjadi sistem operasi standar bagi seluruh perangkat buatannya.

Meski begitu, Xiaomi dikabarkan akan melakukan perubahan besar pada HyperOS generasi mendatang demi menghadirkan pengalaman yang jauh lebih baik.

HyperOS 4 Tinggalkan Warisan MIUI

Melansir dari XiaomiTime, melalui HyperOS 4 yang diprediksi rilis pada bulan Agustus mendatang, Xiaomi akan meninggalkan seluruh kode warisan MIUI yang telah digunakan lebih dari satu dekade.

Baca Juga: Xiaomi Panaskan Persaingan, Ponsel Baterai 10.000 mAh Siap Meluncur Tahun Depan

Transisi Menuju Arsitektur Zero-Legacy

Langkah ini mulai terlihat sejak dirilisnya HyperOS 3.1. Pada versi tersebut, perusahaan secara bertahap menghapus modul lama di aplikasi Cuaca dan Galeri sebagai bagian dari fase transisi menuju arsitektur baru yang disebut "Zero-Legacy".

HyperOS 4 Dikembangkan Sebagai Sistem Operasi Baru

Menurut laporan, HyperOS 4 dikembangkan sebagai sistem operasi yang benar-benar baru, bukan lagi turunan langsung dari MIUI.

Seluruh lapisan kompatibilitas lama akan dihapus Xiaomi, sehingga tumpukan kode sejak MIUI generasi pertama hingga HyperOS 3 tidak lagi digunakan.

Efek dihapusnya tumpukan kode tersebut akan membuat sistem menjadi lebih bersih, ringan, dan efisien secara teknis.

Perombakan Besar Aplikasi Inti

Selain itu, perubahan besar juga akan terjadi di sisi aplikasi. Pasalnya, Xiaomi mulai menulis ulang aplikasi inti menggunakan Rust dan Flutter. Pendekatan ini memungkinkan struktur aplikasi lebih modular, stabil, dan konsisten di seluruh perangkat.

Sedangkan model lama seperti Java dan Kotlin yanh sering terfragmentasi akan sepenuhnya ditinggalkan Xiaomi.

Konsekuensi bagi Pengguna Lama

Hanya saja, keputusan baru Xiaomi ini membawa konsekuensi bagi pengguna lama. Aplikasi HyperOS berbasis Flutter dan Rusk tidak akan dapat dijalankan pada HyperOS 3 dan versi dibawahnya.

Itu artinya, kebiasaan pengguna yang memasang aplikasi sistem baru di ponsel lama sudah tidak lagi memungkinkan.

Dampak Performa di Berbagai Kelas Perangkat

Sedangkan dari sisi performa, dampaknya pendekatan ini justru positif.

Perangkat dengan kelas menengah hingga entry-level diperkirakan akan mendapatkan peningkatan kinerja secara signifikan karena beban proses lama yang dihapus.

Di sisi lain, untuk perangkat flagship akan tetap stabil dengan peningkatan yang kecil karena kapasitas hardware yang telah mumpuni sejak awal.

Arah Baru HyperOS Jangka Panjang

Dengan strategi ini, Xiaomi menegaskan arah baru HyperOS sebagai fondasi jangka panjang, meski harus mengorbankan kompatibilitas ke belakang. (*)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
#miui #Xiaomi #HyperOS #efisien