RADARTUBAN - Apple baru-baru dikabarkan tengah mengubah arah pengembangan layanan kesehatan miliknya.
Perusahaan yang bermarkas di Cupertino itu resmi menghentikan rencana peluncuran layanan Health+.
Awalnya layanan ini digadang-gadang akan menjadi pelatih kesehatan personal berbasis AI untuk pengguna iPhone.
Laporan terbaru menyebut keputusan ini diambil beberapa bulan setelah tim Kesehatan dan Kebugaran Apple dipindah ke bawah divisi layanan yang dipimpin oleh Eddy Cue.
Eddy Cue menilai Apple belum cukup mumpuni untuk meluncurkan Health+ sebagai layanan terpisah. Apalagi pasar kesehatan digital cukup kompetitif dengan merek seperti Oura yang menawarkan fitur kesehatan yang lengkap di ekosistem iOS.
Maka dari itu, Apple memilih pendekatan yang berbeda. Fitur yang sebelumnya tekah dikembangkan, akan disematkan secara bertahap ke aplikasi Health yang sudah ada.
Fitur seperti rekomendasi berbasis data kesehatan hingga AI Chatbot diharapakan dapat masuk ke aplikasi Health dalam beberapa waktu ke depan.
Selain itu, Apple kini akan berfokus pada pembaruan kecil namun cepat, daripada pembaruan besar sekaligus.
Strategi baru ini dinilai kebuh aman di tengah sensitivitas data dan meningkatnya persaingan layanan AI.
Menariknya, layanan Health+ sendiri tidak pernah diumumkan secara resmi oleh Apple.
Sebelumnya, Health+ diperkirakan akan rilis pada iOS 26 lengkap dengan dukungan Apple Intelligence dan video profesional.
Dengan strategi baru ini, Apple tetap berambisi memperkuat ekosistem kesehatannya, meski tanpa meluncurkan layanan Health+ sebagai produk mandiri. (*)
Editor : Yudha Satria Aditama