RADARTUBAN - Ponsel Trump T1 kembali menuai sorotan setelah laporan terbaru mengungkap perubahan signifikan pada desain, harga, hingga proses manufakturnya.
Perangkat yang sebelumnya diklaim akan dirancang dan dibuat di Amerika Serikat ini, kini tak sepenuhnya memenuhi janji awal tersebut.
Melansir dari berbagai sumber, ponsel Trump T1 telah mengantongi sekitar 59 ribu pre-order sejak Juni lalu, dengan masing-masing pemesan telah membayar uang muka sebesar 100 dolar AS.
Total dana pre-order yang terkumpul mencapai sekitar 59 juta dolar AS. Kondisi tersebut mendorong Senator AS meminta Komisi Perdagangan Federal (FTC) untuk menyelidiki bisnis Trump Mobile.
Dari sisi jadwal, ponsel ini awalnya direncanakan meluncur pada Agustus atau September kemarin. Hanya saja, peluncuran kini ditunda hingga akhir tahun 2026.
Penundaan disebut terjadi karena perusahaan memilih melewati rencana awal yang merilis ponsel entry-level dan langsung menghadirkan produk utama ke pasar.
Desain Trump T1 juga mengalami perubahan. Jika sebelumnya tampilan kamera belakang menyerupai iPhone Pro, versi terbaru kini justru mengusung tiga kamera belakang yang disusun vertikal di sisi kiri bodi.
Ponsel Trump T1 diperkirakan mengusung layar berukuran 6,8 inci dengan desain melengkung di bagian tepi.
Sedangkan pada bagian spesifikasi, perangkat ini akan ditenagai prosesor Qualcomm Snapdragon seri 7, penyimpanan internal 512GB, serta kamera depan 50MP.
Logo T1 di bagian belakang ponsel dikabarkan akan dihapus, meski gambar bendera Amerika akan tetap dipertahankan.
Berbiy harga, konsumen yang sudah membayar uang muka 100 dolar AS masih akan mendapatkan harga khusus sebesar 499 dolar AS.
Hanya saja, pemesan baru harus bersiap membayar lebih mahal, dengan harga akhir yang diperkirakan berada di bawah 1.000 dolar AS dan berpotensi menyentuh angka 999 dolar AS.
Dan yang terakhir klaim “Made in USA” tak lagi digunakan sebagai branding utama.
Hal ini dikarenakan Trump Mobile mengonfirmasi bahwa sebagian besar proses perakitan dilakukan di luar negeri, sedangkan perakitan akhir berlangsung di Miami, Florida. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni