Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

OpenAI Dikabarkan Kembangkan Earbud Pintar Berbasis AI, Bukan Ponsel atau Perangkat Layar

Andika Julia Perdana Putra • Senin, 9 Februari 2026 | 12:00 WIB

OpenAI akam memasuki pasar perangkat keras dengan merilis earbud berbasis AI.
OpenAI akam memasuki pasar perangkat keras dengan merilis earbud berbasis AI.

RADARTUBAN - Salah satu perusahaan kecerdasan buatan terbesar, OpenAI, dikabarkan tengah menyiapkan langkah baru dengan memasuki pasar perangkat keras.

Produk fisik pertama yang disiapkan bukan ponsel atau perangkat layar, melainkan sepasang earbud pintar berbasis AI.

Bocoran Berasal dari Leaker Teknologi

Informasi ini pertama kali mencuat dari seorang leaker teknologi di platform Weibo.

Dalam laporan tersebut, OpenAI disebut memilih earbud sebagai solusi paling realistis setelah mengevaluasi ulang rencana awal yang sempat mengarah pada perangkat berbentuk liontin kecil atau pena digital.

Baca Juga: Meta Luncurkan Vibes, Aplikasi Video AI Generatif Mandiri untuk Tantang Dominasi TikTok dan Sora OpenAI

Sejalan dengan Visi Sam Altman

Pilihan earbud ini dinilai selaras dengan pernyataan CEO OpenAI, Sam Altman, yang sebelumnya mengungkapkan keinginan menghadirkan perangkat AI yang lebih “tenang” dan tidak seintensif penggunaan smartphone.

Peran Jony Ive dan Strategi Desain Minimalis

Ambisi OpenAI di ranah perangkat keras semakin menguat setelah merekrut Jony Ive, mantan kepala desain Apple yang dikenal dengan pendekatan desain minimalis dan fungsional.

Namun, meningkatnya biaya produksi perangkat keras membuat OpenAI memilih strategi yang lebih sederhana dan realistis untuk tahap awal.

Earbud Dinilai Paling Efisien dan Relevan

Earbud dianggap sebagai perangkat yang efisien untuk produksi awal sekaligus relevan dengan kebutuhan pengguna, terutama untuk interaksi berbasis suara dengan AI.

Perangkat ini disebut-sebut akan diberi nama “Dime” dan diperkirakan meluncur ke pasar pada akhir tahun ini.

Fokus pada Interaksi Suara Tanpa Layar

Meski detail teknis masih terbatas, Dime diyakini akan memanfaatkan model AI internal OpenAI untuk menghadirkan interaksi suara yang lebih natural, responsif, dan personal.

Earbud ini juga berpotensi menjadi sarana akses langsung ke layanan AI tanpa bergantung pada layar smartphone.

Kendala Pasokan Komponen AI

OpenAI disebut masih menahan pengembangan versi perangkat yang lebih canggih akibat keterbatasan pasokan komponen penting, khususnya memori bandwidth tinggi yang krusial untuk komputasi AI.

Potensi Ekosistem Perangkat AI Personal

Setelah kondisi pasokan global membaik, OpenAI diperkirakan akan merilis versi lanjutan dengan kemampuan yang lebih kompleks.

Masuknya OpenAI ke ranah perangkat keras pun menandai babak baru dalam evolusi teknologi AI.

Jika proyek ini berhasil, earbud pintar tersebut bisa menjadi pintu awal bagi ekosistem perangkat AI yang lebih personal dan menyatu dengan aktivitas harian pengguna. (*)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
#dime #openai #earbud #ponsel