RADARTUBAN – Salah satu browser internet paling populer, Google Chrome, tengah menguji fitur baru yang memungkinkan aplikasi terbuka otomatis saat pengguna masuk ke sistem operasi Microsoft Windows.
Fitur tersebut ditemukan pada versi eksperimental Chrome Canary dan dirancang agar pengguna bisa langsung menjelajah internet tanpa perlu membuka aplikasi secara manual.
Berbeda dari Startup Biasa
Selama ini, Chrome memang dapat dimasukkan ke dalam daftar aplikasi startup Windows. Namun, opsi tersebut hanya membuat Chrome berjalan di latar belakang tanpa langsung membuka jendela browser.
Melalui flag baru di Chrome Canary, Google menghadirkan opsi agar Chrome benar-benar terbuka otomatis saat Windows selesai melakukan booting.
Jika fitur ini diaktifkan, pengguna akan menerima notifikasi izin yang menyatakan bahwa Chrome dapat diluncurkan ketika Windows dimulai.
Berbeda dari mekanisme startup sebelumnya, opsi ini langsung menampilkan jendela Chrome di layar, bukan sekadar berjalan diam-diam di latar belakang.
Opsional dan Bisa Dimatikan
Fitur ini bersifat opsional dan dalam kondisi default masih dinonaktifkan. Namun, Google dikabarkan akan mulai menampilkan notifikasi berupa ajakan untuk mengaktifkannya.
Pengguna dapat memilih opsi “Izinkan” untuk mengaktifkan fitur tersebut, atau menutup notifikasi jika tidak berminat.
Di satu sisi, fitur ini membuat Chrome terasa lebih cepat dan siap digunakan sejak awal. Namun di sisi lain, peluncuran otomatis juga berarti browser langsung menggunakan sebagian sumber daya sistem begitu pengguna login.
Jika tidak ada kendala selama tahap uji coba, fitur ini diperkirakan akan hadir di versi stabil dalam beberapa minggu mendatang.
Bagi pengguna yang tidak ingin Chrome berjalan otomatis, pengaturan tersebut tetap bisa dimatikan melalui menu Settings di Windows maupun Chrome. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni