Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

The Art of Sarah Guncang Netflix: 3,8 Juta Tayangan dalam 3 Hari

Ika Nur Jannah • Kamis, 19 Februari 2026 | 13:30 WIB

 

Para pemain The Art Of Sarah, Shin Hye-sun & Lee Jun-hyuk.
Para pemain The Art Of Sarah, Shin Hye-sun & Lee Jun-hyuk.

RADARTUBAN - Serial Netflix The Art of Sarah langsung mencuri perhatian dunia sejak tayang perdana 13 Februari lalu.

Drama Korea ini meraup 3,8 juta persembahan global dalam tiga hari pertama, menempatkannya di posisi tiga daftar Netflix Global 10-English Shows.

The Art of Sarah menduduki peringkat pertama di Indonesia, Filipina, Vietnam, dan Malaysia.

Serial ini juga masuk 10 besar di 38 negara lain, termasuk Peru, Kolombia, Hong Kong, Singapura, Jepang, serta Kenya.

Cerita berpusat pada Sarah Kim Shin Hye-sun, desainer jenius di balik merek Boudoir mewah yang menargetkan 0,1 persen kalangan elit.

Karakter Mu Gyeong Lee Jun-hyuk hadir sebagai saingan ambisi yang haus kekuasaan, dengan latar produksi mewah seperti loteng megah dan ruang pamer berkilau.

Shin Hye-sun dipuji karena memerankan identitas ganda Sarah, terutama di paruh akhir cerita yang penuh kejutan.

Desain produksi oleh Jin Min dan pengaturan kostum Jo Kyungeks Squid Game —sukses menghadirkan aura kemewahan dan kesia-siaan.

Prestasi ini menandai debut serial yang kuat di tengah persaingan ketat platform streaming, dengan ulasan positif yang terus mengalir dari penonton global.

Series ini berkisah tentang sebuah kawasan elite Seoul.

Pagi itu tak lagi sama, sesosok jasad perempuan ditemukan tak bernyawa.

Identitas di kartu pengenal menyebut satu nama: Sarah Kim. Sosok yang selama ini dikenal sebagai perempuan elegan, eksekutif merek mewah, dan bagian dari lingkaran sosial kelas atas.

Namun, kematian itu justru membuka pintu rahasia yang lebih gelap.

Serial The Art of Sarah menghadirkan kisah misteri tentang identitas yang dipalsukan, ambisi yang tak mengenal batas, dan kebohongan yang disusun begitu rapi hingga nyaris sempurna.

Di balik gaun mahal dan pesta glamor, Sarah ternyata menyimpan banyak versi tentang dirinya. Nama yang berbeda. Latar belakang yang berubah-ubah. Cerita hidup yang tak pernah benar-benar sama.

Kasus ini ditangani oleh Detektif Park Mu-gyeong—seorang penyelidik yang dikenal teliti dan tak mudah percaya pada penampilan luar.

Baca Juga: Usai Layar Lebar, Film The Legend of Zelda Siap Sambangi Netflix

Semakin dia menggali, semakin menyadari bahwa Sarah bukan sekadar korban. Ia adalah teka-teki. Setiap saksi memberi gambaran berbeda tentang siapa dirinya sebenarnya.

Apakah Sarah seorang penipu ulung yang menciptakan identitas demi menembus dunia elite? Atau ia justru korban dari permainan yang lebih besar?

Sepanjang delapan episode, penonton diajak menyusuri lapisan demi lapisan kehidupan sang tokoh utama—tentang obsesi pada status sosial, ketakutan akan kemiskinan, dan keinginan untuk “menjadi seseorang” dengan cara apa pun.

Atmosfernya gelap, penuh ketegangan psikologis, dengan alur yang perlahan membangun rasa curiga.

The Art of Sarah bukan hanya drama kriminal. Dia adalah refleksi tentang bagaimana identitas bisa dibentuk, dibeli, bahkan dipalsukan—dan bagaimana satu kebohongan kecil dapat menjelma menjadi runtuhan hidup yang tak terhindarkan. (*)

Editor : Yudha Satria Aditama
#netflix #asia tenggara #misteri #drama korea