RADARTUBAN - Setelah sempat menghilang usai di akusisi oleh Apple, warisan dari aplikasi cuaca Dark Sky kembali hidup melalui aplikasi baru bernama Acme Weather.
Aplikasi tersebut dikembangkan oleh tim yang sebelumnya berada dibalik Dark Sky yang ditutup oleh Apple pada tahun 2022. Penutupan ini dikarenakan sejumlah teknologi yang dipakai oleh Dark Sky diimplementasikan oleh Apple ke dalam aplikasi cuaca bawaan iOS.
Berbeda dari kebanyakan aplikasi cuaca yang tampil seolah paling akurat, Acme Weather justru mengakui satu hal fundamental penting, yakni prakiraan cuaca tidak pernah pasti tepat.
Karena hal tersebut, Acme Weather menghadirkan fitur bernama Prediksi Alternatif. Fitur ini menampilkan beberapa kemungkinan kondisi cuaca dalam satu hari.
Jika jarak antar garis rapat, itu artinya prakiraan cuaca memiliki tingkat akurasi yang tinggi. Sebaliknya, jika menyebar, maka pengguna diberikan peringatan mengenai kondisi cuaca yang mungkin akan berubah seiring waktu.
Tidak hanya mengandalkan model prediksi, Acme Weather juga menawarkan laporan berbasis komunitas. Pengguna dapat melaporkan kondisi cuaca secara real-time melalui ikon atau emoji yang tersedia.
Data yang dirimkan pengguna tersebut akan sangat berguna ketika cuaca berubah cepat di suatu wilayah.
Fitur lainnya yang turut hadir pada Acme Weather mulai dari radar hujan, sebaran petir, angin, jalur badai, hingga sistem notifikasi yang komprehensif.
Selain itu, ada pula fitur notifikasi ekperimental seperti peringatan adanya pelangi dan Matahari terbenam yang berada di tab Acme Labs.
Aplikasi ini menawarkan uji coba gratis selama dua minggu sebelum pengguna harus membayar biaya langganan sebesar 25 dolar AS per tahun, atau setara dengan Rp 350 ribuan.
Acme Weather telah hadir dan siap diunduh untuk pengguna iOS, sedangkan versi Android tengah dikembangkan untuk menjangkau lebih banyak pengguna. (*)
Editor : Yudha Satria Aditama