Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Meta Gugat Jaringan Penipuan Deepfake AI yang Menjebak Pengguna Facebook dan Instagram

Andika Julia Perdana Putra • Sabtu, 28 Februari 2026 | 21:05 WIB

 

Meta gugat sejumlah oknum yang terindikasi melakukan praktik penipuan di Facebook dan Instagram.
Meta gugat sejumlah oknum yang terindikasi melakukan praktik penipuan di Facebook dan Instagram.

RADARTUBAN - Meta mengambil langkah tegas melawan praktik penipuan digital dengan menggugat sejumlah individu dan perusahaan yang menjalankan iklan palsu di platformnya.

Gugatan ini menyasar ke jaringan penipuan lintas negara yang memanfaatkan teknologi deepfake AI untuk menjebak pengguna Facebook dan Instagram.

Langkah hukum ini menandai perubahan Meta dari semula hanya memblokir iklan palsu, menjadi penindakan hukum yang lebih agresif.

Melansir dari laporan terbaru, para pelaku diperkirakan beroperasi dari negara seperti Brasil, Tiongkok, dan Vietnam dengan target pengguna di Amerika Serikat, Jepang, serta negara lain.

Di Brasil, Meta menggugat beberapa individu dan perusahaan yang menggunakan wajah serta suara selebrasi untuk mempromosikan produk kesehatan palsu. Salah satu oknum bahkan menjual kursus daring yang mengajarkan cara melakukan penipuan serupa.

Sedangkan di Tiongkok, salah satu entitas di sana dituding menjalankan iklan "umpan selebriti" untuk mengarahkan korban ke grub investasi fiktif.

Kasus lain terungkap di Vietnam, di mana penipu menggunakan teknik cloaking, yakni menampilkan konten berbeda ke sistem pratinjau iklan dan pengguna.

Modus tersebut menawarkan diskon besar untuk barang mewah melalui survei palsu, lali mencuri data kartu kredit dan menjerat korban dalam tagihan berulang.

Untuk menindak praktik tersebut di masa depan, Meta mengandalkan alat AI baru yang mampu membandingkan tampilan iklan versi pratinjau dan versi yang dilihat pengguna.

Selain itu, perusahaan juga telah mendaftarkan lebih dari 500 ribu selebriti dan tokoh publik ke dalam sistem untuk mendeteksi penggunaan wajah mereka tanpa izin di dalam iklan.

Selain pengiklan, Meta juga menundak delapan mantan Mitra Bisnis yang terindikasi membantuk para penipu untuk menghindari pemblokiran akun.

Meta mengatakan tidak menutup kemungkinan untuk mengajukan gugatan lanjutan jika praktik serupa terus berlanjut. (*)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
#AI #iklan palsu #Facebook #deepfake #meta #penipuan digital