RADARTUBAN - Salah satu vendor ponsel yang cukup populer, Motorola resmi menjalin kerja sama dengan GrapheneOS Foundation untuk menghadirkan standar keamanan baru di perangkat Android.
Hal ini sejalan dengan GrapheneOS yang menyebut mereka tengah menjalin kolaborasi dengan OEM Android utama tanpa mengungkap identitasnya pada Oktober tahun lalu.
Dengan kerja sama ini, Motorola menjadi mitra non-Pixel pertama yang secara resmi dikonfirmasi oleh GrapheneOS.
Pasalnya, sejak lama OS ini hanya mendukung perangkat buatan Google yaitu Google Pixel.
Alasannya sederhana, Pixel dianggap telah memenuhi standar keamanan dan pembaruan sistem yang ketat.
Eksklusifitas tersebut membuat perangkat Pixel sangat populer dikalangan pengguna yang berfokus pada privasi. Tetapi dengan masuknya Motorola sebagai mitra baru, orientasi tersebut sedikit demi sedikit akan berubah.
Kemitraan Jangka Panjang
Dalam pernyataannya resminya, Motorola menyebut kemitraan bersama GrapheneOS tersebut bersifat jangka panjang.
Keduanya akan berkolaborasi dalam hal riset, peningkatan perangkat lunak, serta pengembangan fitur keamanan baru.
Hanya saja, hingga saat ini tidak ada kepastian model mana yang akan mendapatkan GrapheneOS.
Selain itu, perusahaan tidak mengungkapkan apakah OS ini tersedia langsung dari dalam box, atau hanya sebagai sistem operasi opsional yang dapat diinstal sendiri oleh pengguna.
Spekulasi mengenai kerja sama ini sempat mencuat dalam unggahan Reddit yang kini telah dihapus.
Postingan tersebut menampilkan slide internal Motorola yang menyebut GrapheneOS ke dalam daftar fitur keamanan.
Fitur Baru: Private Image Data
Selain GrapheneOS, Motorola juga memperkenalkan fitur bernama Private Image Data. Fitur ini akan menghapus metadata sensitif seperti lokasi foto yang diambil oleh pengguna.
Peluncuran fitur ini sendiri dijadwalkan hadir ke sejumlah perangkat dalam beberapa bulan mendatang.
Melalui kolaborasi ini, Motorola menegaskan komitmen mereka untuk terus memberikan fitur keamanan yang lebih handal, baik untuk pengguna bisnis maupun konsumen biasa. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni