Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

MindsEye Gagal Pulihkan Diri, Build a Rocket Boy Kembali Rumahkan Karyawan

Andika Julia Perdana Putra • Sabtu, 7 Maret 2026 | 12:51 WIB

Build a Rocket Boy kembali lakukan PHK ke karyawannya setelah MindsEye gagal di pasaran.
Build a Rocket Boy kembali lakukan PHK ke karyawannya setelah MindsEye gagal di pasaran.

RADARTUBAN - Studio game yang didirikan oleh Mark Gerhard dan Leslie Benzies, Build a Rocket Boy (BARB) kembali mengguncang industri game global.

Hal tersebut dikarenakan, BARB kembali mengumumkan pemutusan hubungan kerja atau PHK lagi yang telah menjadi siklus pahit sejak musim panas tahun lalu.

Segalanya bermula ketika MindsEye, game debut garapan BARB diluncurkan dalam kondisi yang penuh bug.

Hasilnya, MindsEye menuai banyak kritik keras dari para gamer maupun media yang mengulasnya.

Tidak lama setelahnya, studio tersebut surat pemutusan kerja mulai beredar di internal BARB.

 
Update Tak Mampu Selamatkan Situasi

Sebenarnya, studio asal Britania Raya itu telah merilis update besar hingga tujuh kali. Hasilnya, ulasan MindsEye di Steam naik ke level "sebagian besar positif".

Hanya saja, pencapaian tersebut tidak cukup untuk mengembalikan keadaan apalagi ditengah industri game yang cukup kompetitif.

Data dari SteamDB menunjukkan puncak pemain aktif dalam rentang 24 jam hanya berada di angka 39 orang, turun drastis dari rekor tertingginya yakni 3,3 ribu pemain pada sembilan bulan yang lalu.

CEO Sebut Ada Spionase Korporat

Di tengah penurunan tersebut, CEO BARB, Mark Gerhard justru terus mengangkat statement kontroversial.

Dalam pernyataan resmi di platform LinkedIn, Gerhard mengklaim pihaknya telah menemukan bukti kuat adanya spionase korporat yang mempengaruhi peluncuran MindsEye.

Lebih lanjut, Gerhard mengatakan kasus ini sedang menuju jalur hukum.

Tuduhan Sabotase Sudah Muncul Sejak Awal

Jika kita melihat kebelakang, narasi yang digaungkan ini bukan sebuah hal baru.

Sebelumnya, Leslie Benzies juga menuding adanya kekuatan internal dan eksternal yang berupaya untuk mengganggu game buatannya, bahkan sebelum MindsEye rilis di pasaran.

Laporan dari GamesIndustry.biz baru-baru ini justru memperkeruh suasana.

Media tersebut mengungkap bahwa manajemen BARB memasang perangkat lunak bernama Teramind di komputer karyawan tanpa sepengetahuannya.

Perangkat lunak pemantau itu malah menghambat kinerja pengembangan game secara signifikan.

Setelah kabar tersebut beredar, Gerhard mengatakan akan menginstal perangkat lunak itu dalam kurun waktu tiga bulan.

Dengan situasi internal yang semakin runyam, nasib game MindsEye kini tengah dipertanyakan oleh komunitas game di seluruh dunia. (*)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
#Game #Mindseye #Build A Rocket Boy #phk