RADARTUBAN - Harapan para gamer untuk segera memilik Steam Machine sepertinya harus tertahan lebih lama lagi.
Valve, perusahaan yang mengembangkan perangkat tersebut mengakui bahwa Steam Machine yang ditunggu-tunggu itu belum pasti akan datang pada tahun ini.
Pengakuan tersebut tidak disampaikan perusahaan melalui pengumuman resmi, melainkan terselip pada satu paragraf di blog Annual Report.
Valve mengatakan pihaknya berharap dapat mulai mengirimkan Steam Machine pada tahun ini. Hanya saja kekurangan komponen memori dan penyimpanan menjadi hambatan serius yang harus dihadapi perusahaan.
Sebelumnya, pada bulan Februari lalu Valve masih yakin perangkatnya itu akan mulai didistribusikan pada paruh pertama tahun 2026. Tetapi sepertinya, hal tersebut mungkin akan meleset dari rencana awal.
Kerenanya, banyak pihak menyebut Steam Machine bisa jadi baru akan dirilis pada tahun 2027 mendatang.
Persoalan yang dihadapi oleh Valve sebenarnya cukup klise dan banyak dihadapi oleh perusahaan teknologi lain.
Salah satunya adalah HP yang melaporkan komponen seperti RAM telah menyumbangkan sepertiga biaya dari produksi PC mereka.
Selain itu, kalangan analis juga berpendapat kelangkaan memori berpotensi dapat mengguncang seluruh industri perangkat keras secara radikal.
Valve sendiri bukan pertama kali menghadapi masalah serupa. Saat konsol Steam Deck masuk tahap produksi, perusahaan juga sempat mengalami masalah karena kesulitan mendapatkannya pasokan RAM.
Selain soal waktu rilis, harga juga menjadi faktor lain yang hingga saat ini belum pasti. Banyak pihak menyebut harga Steam Machine akan sedikit mahal dari perkiraan awal.
Menariknya, hingga saat ini Valve belum memperbarui FAQ terkait peluncuran Steam Machine, sehingga pintu harapan perangkat tersebut rilis tahun ini jelas masih terbuka lebar. (*)
Editor : Yudha Satria Aditama