Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Aset AI Ditemukan di dalam Crimson Desert, Pearl Abyss Akui Adanya Kesalahan

Andika Julia Perdana Putra • Kamis, 26 Maret 2026 | 09:05 WIB

Pearl Abyss akui kesalahan penggunaan AI di Crimson Desert
Pearl Abyss akui kesalahan penggunaan AI di Crimson Desert

RADARTUBAN - Sepertinya kontroversi terkait penggunaan AI di ranah industri game tidak akan pernah habis untuk diperbincangkan.

Terbaru, game open world Crimson Desert yang dikembangkan oleh Pearl Abyss menjadi sorotan publik terkait pengunaan konten AI di dalamnya.

Pasalnya, sekitar satu pekan setelah dirilis, sejumlah pemain Crimson Desert menemukan indikasi bahwa beberapa set visual di dalam game dibuat dengan menggunakan teknologi AI generatif.

Temuan tersebut langsung menjadi perbincangan hangat di media sosial dan forum game, sekaligus memunculkan pertanyaan mengenai transparansi dan standar produksi yang ditetapkan oleh pengembang.

Menanggapi kegaduhan tersebut, pihak Pearl Abyss angkat suara dengan memberikan klarifikasi sekaligus permintaan maaf di platfom X (sebelumnya Twitter).

Dalam pernyataannya, Pearl Abyss mengakui bahwa beberapa properti visual 2D yang dibuat dengan menggunakan teknologi AI generatif secara tidak sengaja ikut masuk ke dalam versi final game.

Menurut tim pengembang, teknologi AI ini hanya digunakan sebagai alat bantu pada tahap awal pengembangan.

Pearl Abyss mengatakan aset tersebut seharusnya diganti dengan buatan tim artist sebelum peluncurannya.

Hanya saja, sebagian aset tersebut terlewat dalam proses pengecekan akhir sehingga memunculkan kontroversi dikalangan gamer.

Sebagai langkah pebaikan, Pearl Abyss menyatakan pihaknya telah melakukan audit menyeluruh terhadap semua aset yang berada di dalam game.

Konten yang terdampak akan diganti dengan versi baru yang sepenuhnya dibuat oleh manusia seusai standar kualitas intenal perusahaan.

Sedangkan untuk pembaruan terkait hal ini direncanakan akan dirilis berbarengan dengan patch Crimson Desert yang akan datang.

Selain itu, pada halaman Steam, Crimson Desert juga telah diperbarui dengan menyertakan Label AI generatif selama proses pengmbangan game.

Kasus yang menimpa Crimson Desert menjadi rentetan panjang kontrversi pengunaan AI generatif di dalam game. Sebelumnya, beberapa pengembang game lain juga mendapatkan kritik serupa terkait konten AI.

Kontroversi ini semakin menegaskan petingnya transparansi dalam pengunaan teknologi baru di dalam industri kreatif, terkhususnya jika melibatkan kecerdasan buatan. (*)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
#AI #Crimson Desert #Game Open World #Pearl Abyss